Grup maskapai asal Jerman ini memperpanjang penangguhan penerbangan ke dan dari Tel Aviv hingga 22 Juni.
Ryanair
Maskapai berbiaya rendah terbesar di Eropa membatalkan seluruh layanan ke dan dari Tel Aviv hingga 31 Juli.
United Airlines
Maskapai asal Amerika Serikat ini menyatakan bahwa layanan ke dan dari Tel Aviv akan terdampak antara 4 Mei hingga 6 Juni.
Baca Juga: Target Energi Bersih 2030 Terancam, Siemens Desak Inggris Naikkan Kapasitas Lelang Angin Laut
Situasi keamanan yang tidak menentu dan potensi ancaman terhadap penerbangan sipil memaksa maskapai untuk mengedepankan keselamatan penumpang dan awak. Seiring perkembangan konflik di kawasan, industri penerbangan global terus memantau keadaan demi menentukan langkah operasional selanjutnya.
Artikel Terkait
Presiden Baru Korea Selatan, Lee Jae-myung, Janji Selamatkan Demokrasi dan Ekonomi dari Jurang Krisis
Menteri Pariwisata Tanamkan Spirit Bangga Melayani Bangsa kepada 285 CPNS Baru
Prabowo Tegaskan “Jangan Mencuri dari Rakyat”: Seruan Tegas untuk Pemimpin Bangsa
Operasi Cap Tikus: Polisi Bongkar Pabrik Miras Ilegal di Hutan Sula
Museum Marketing Kelas Dunia Lahir di Indonesia: Inovasi BUMN Jadi Sorotan Global
Tangkal Terorisme, Nigeria Usulkan Pagar Total di Perbatasan Empat Negara
Tarif Trump dan Masalah Logistik Tekan Kepercayaan Bisnis di Afrika Selatan
Rumah Bersama Indonesia Jadi Benteng Aman Perempuan dan Anak di Sumbar
Krisis Agraria Sawit di Kalbar: 66 Perusahaan Belum Kantongi HGU, 131 Ribu Hektare Terlantar
Mantan Terpidana Bom Bali 2002 Buka Usaha Kopi, Janji Sisihkan Penghasilan untuk Korban