JMSI Sulteng Kecam Ucapan Pelecehan Wartawan Oleh Kadis Pendidikan Sigi

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Selasa, 3 Juni 2025 | 09:30 WIB
Ketua JMSI Sulteng, Murtalib (Foto : Dok. Pribadi)
Ketua JMSI Sulteng, Murtalib (Foto : Dok. Pribadi)

SIGI – Jaringan Media Siber Indonesia Sulawesi Tengah atau JMSI Sulteng mengecam keras ucapan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi, Anwar, yang diduga melecehkan profesi wartawan saat peliputan kegiatan verifikasi Kabupaten Layak Anak di Aula Kantor Bupati Sigi, Senin (2/6/2025).

Ketua Pengurus Daerah JMSI Sulteng, Murtalib menyebut pernyataan Kadis Pendidikan Kabupaten Sigi tersebut, sangat tidak pantas dan mencederai semangat kemitraan antara pemerintah dan insan pers.

Baca Juga: Pelantikan Serentak Dua Bupati dan TP-PKK Sukses Warnai Awal Juni 2025 di Sulteng

“Ucapan seperti itu tidak bisa ditolerir. Itu bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistik secara sah,” tegas Murtalib dalam keterangannya kepada media, Selasa (3/6/2025).

Insiden dugaan pelecehan terhadap wartawan bermula saat sesi foto bersama usai kegiatan. Karena fotografer dari Humas Pemkab Sigi belum hadir, dokumentasi sempat diambil oleh dua orang wartawan yang lebih dulu berada di lokasi.

Namun setelah fotografer Humas tiba, Kadis Pendidikan Sigi Anwar menyampaikan komentar, “Tunggu-tunggu foto ulang. Ini baru asli, yang tadi semua itu abal-abal.”

Baca Juga: Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin Lepas Pawai Kebangsaan di Citraland Palu

Menurut Murtalib, pernyataan tersebut tidak hanya merendahkan profesi wartawan, tetapi juga mengandung implikasi bahwa hasil kerja jurnalis tidak layak atau palsu.

“Kami menuntut klarifikasi terbuka dan permintaan maaf dari Kadis Pendidikan Sigi. Jika tidak, kami akan mengambil langkah lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku,” ancam Murtalib.

JMSI Sulawesi Tengah menegaskan bahwa wartawan adalah pilar demokrasi yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik, sehingga tidak boleh diperlakukan secara diskriminatif di forum resmi pemerintah. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X