Pasar Global Bergejolak: Saham AS Turun, Dolar Melemah di Tengah Ketegangan Dagang dan Ketidakpastian Ekonomi

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 2 Juni 2025 | 22:36 WIB
Para pejalan kaki tercermin pada papan kutipan saham yang menampilkan grafik rata-rata saham Nikkei di luar sebuah perusahaan pialang di Tokyo, Jepang. Source FOTO: REUTERS
Para pejalan kaki tercermin pada papan kutipan saham yang menampilkan grafik rata-rata saham Nikkei di luar sebuah perusahaan pialang di Tokyo, Jepang. Source FOTO: REUTERS

NEW YORK,METROSELEBES.COM-Bursa saham Amerika Serikat dibuka melemah pada awal Juni, mengikuti penurunan pasar saham global seiring meningkatnya ketegangan dagang antara Washington dan Beijing. Ketidakpastian jelang rilis data ketenagakerjaan AS dan ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa turut menambah tekanan terhadap sentimen investor.

Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Rp24,44 Triliun untuk Dorong Konsumsi Domestik, Sri Mulyani: Target Pertumbuhan Kuartal II Tetap 5%

Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencatat pelemahan moderat, sementara Nasdaq nyaris tak bergerak. Dolar AS ikut tertekan oleh meningkatnya kekhawatiran terkait arah kebijakan dagang Presiden Donald Trump, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS naik tipis.

 

Pada Minggu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Presiden Trump akan segera berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping guna meredakan ketegangan terkait kesepakatan pengurangan tarif atas mineral penting. Trump sebelumnya menuduh Beijing melanggar kesepakatan tersebut, tuduhan yang dibantah keras oleh pihak Tiongkok yang menyebutnya tidak berdasar dan berjanji akan membela kepentingannya dengan tegas.

Baca Juga: Trump Naikkan Tarif Baja, Korea dan Vietnam Kena Getahnya?

"Pasar merespons negatif karena ketidakpastian ini nyata. Investor bingung harus melangkah ke mana," ujar Oliver Pursche, Wakil Presiden Senior di Wealthspire Advisors, New York. Ia menambahkan bahwa karakter Trump yang sulit diprediksi menambah ketegangan. "Akronim seperti TACO (Trump Always Chickens Out) membuatnya marah, dan itu bisa berdampak pada keputusan kebijakan."

 

Dari sisi ekonomi, data dari Institute for Supply Management menunjukkan sektor manufaktur AS menyusut lebih dalam dari perkiraan pada Mei. Sementara itu, belanja konstruksi secara mengejutkan turun di bulan April.

Baca Juga: Tiba-Tiba Dapat 20 Kg Beras dan Uang Tunai! Ini Rahasia Bantuan Baru Pemerintah yang Bikin Kaget Warga

Di pasar saham, Dow Jones turun 211,67 poin (0,50%) ke level 42.058,40. S&P 500 melemah 15,20 poin (0,26%) ke 5.896,49 dan Nasdaq terkoreksi 12,94 poin (0,07%) menjadi 19.100,83.

 

Pasar Eropa juga tertekan setelah Trump mengumumkan rencana menggandakan tarif baja dan aluminium impor menjadi 50% mulai 4 Juni. Langkah tersebut langsung memicu ancaman balasan dari Uni Eropa dan menyeret harga saham eksportir baja turun.

Baca Juga: Lumbung Ekonomi Nasional: Pertanian Kuasai Pertumbuhan dan Lapangan Kerja di 2025

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X