Pemerintah Gelontorkan Rp24,44 Triliun untuk Dorong Konsumsi Domestik, Sri Mulyani: Target Pertumbuhan Kuartal II Tetap 5%

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 2 Juni 2025 | 22:22 WIB
Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, berbicara dalam sebuah wawancara dengan Reuters di sela-sela pertemuan tahunan Asian Development Bank (ADB) di Incheon, Korea Selatan. Source FOTO: REUTERS
Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, berbicara dalam sebuah wawancara dengan Reuters di sela-sela pertemuan tahunan Asian Development Bank (ADB) di Incheon, Korea Selatan. Source FOTO: REUTERS

JAKARTA,METROSELEBES.COM-Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan paket kebijakan ekonomi senilai Rp24,44 triliun atau sekitar USD 1,5 miliar guna mendorong permintaan domestik yang tengah melemah. Paket insentif tersebut mencakup subsidi tarif tol, bantuan tunai, hingga distribusi bantuan pangan selama bulan Juni dan Juli 2025. Seperti dikutip dari Reuters pada Senin (02/06/2025).

Baca Juga: Trump Naikkan Tarif Baja, Korea dan Vietnam Kena Getahnya?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa sebagian dari dana tersebut, sekitar Rp850 miliar, akan ditanggung oleh perusahaan milik negara (BUMN), khususnya untuk menutupi biaya subsidi tarif jalan tol. Sementara itu, sisanya akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

“Melalui stimulus ekonomi ini, kami berharap pertumbuhan ekonomi kuartal kedua dapat tetap mendekati 5%, meskipun sebelumnya diperkirakan melambat akibat kondisi global,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/6).

Baca Juga: Dolar AS Melemah Akibat Ketegangan Tarif Baja dan Hubungan Dagang dengan China

Pernyataan ini muncul setelah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2025 yang hanya mencatatkan pertumbuhan 4,87% secara tahunan—laju terendah dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Pelemahan konsumsi rumah tangga menjadi faktor utama melambatnya aktivitas ekonomi di tengah ketidakpastian perdagangan global.

 

Sebagian besar dari paket stimulus ini merupakan kelanjutan dari kebijakan yang telah diumumkan pada 24 Mei lalu. Namun, pemerintah memutuskan untuk membatalkan salah satu rencana awal, yakni pemotongan tarif listrik hingga 50%. Alasannya, menurut Sri Mulyani, adalah karena proses penganggaran yang memakan waktu terlalu lama.

Baca Juga: Zero Tolerance for Integrity, NFA Siap Jadi Garda Terdepan Swasembada Pangan

Langkah pemerintah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menjaga daya beli masyarakat dan meminimalisasi dampak perlambatan ekonomi global terhadap perekonomian domestik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X