Zero Tolerance for Integrity, NFA Siap Jadi Garda Terdepan Swasembada Pangan"

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Senin, 2 Juni 2025 | 21:36 WIB
Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan kemandirian pangan nasional. (Instagram badanpangannasional)
Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan kemandirian pangan nasional. (Instagram badanpangannasional)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan kemandirian pangan nasional.

Dalam momen penyambutan 147 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru di Kantor NFA Jakarta pada Senin (2/6/2025), Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menekankan pentingnya prinsip zero tolerance for integrity sebagai pondasi utama lembaga tersebut.

"Zero tolerance for integrity, yang namanya integritas itu tak ada toleransinya.

Jadi nggak boleh melanggar sesuai dengan semua ketentuan yang ada," tegas Arief.

Baca Juga: Stimulus Ekonomi Jumbo Diluncurkan, Liburan dan Bantuan Sosial Jadi Prioritas Pemerintah

Prinsip tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan secepatnya.

Arief menegaskan, NFA akan tetap memprioritaskan produksi pangan dari dalam negeri, dan pasokan dari luar negeri hanya sebagai back-up sementara.

Dalam orientasi tersebut, Arief juga mengajak seluruh pegawai baru untuk menjadi problem solver, bukan problem reporter.

“Kita semua harus punya integritas, kemudian agile, dan smart dalam bekerja. Selanjutnya jika memiliki ide-ide atau gagasan baru, silakan ketuk pintu ruangan saya, saya sangat terbuka," ungkapnya.

Baca Juga: Pemerintah Gelontorkan Rp24 Triliun untuk Liburan Murah dan Perlindungan Sosial

Arief menambahkan, ide dan semangat baru dari para CPNS sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja NFA ke depan.

Penguatan dengan Data dan Artikel Lain

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Indonesia masih mengimpor lebih dari 10 juta ton pangan pokok, termasuk beras, gula, dan kedelai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X