Tiba-Tiba Dapat 20 Kg Beras dan Uang Tunai! Ini Rahasia Bantuan Baru Pemerintah yang Bikin Kaget Warga

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Senin, 2 Juni 2025 | 20:04 WIB
sebanyak 18,3 juta keluarga penerima manfaat akan menerima bantuan ekstra berupa uang tunai Rp200 ribu per bulan selama dua bulan, ditambah beras 10 kilogram setiap bulan—total 20 kg hingga akhir Juli. (FOTO : IST)
sebanyak 18,3 juta keluarga penerima manfaat akan menerima bantuan ekstra berupa uang tunai Rp200 ribu per bulan selama dua bulan, ditambah beras 10 kilogram setiap bulan—total 20 kg hingga akhir Juli. (FOTO : IST)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Tanpa banyak gembar-gembor, pemerintah meluncurkan program tambahan bantuan sosial yang langsung menyasar dapur masyarakat.

Mulai 2 Juni 2025, sebanyak 18,3 juta keluarga penerima manfaat akan menerima bantuan ekstra berupa uang tunai Rp200 ribu per bulan selama dua bulan, ditambah beras 10 kilogram setiap bulan—total 20 kg hingga akhir Juli.

Bantuan ini merupakan bagian dari perluasan Program Kartu Sembako, yang kini diperkuat sebagai langkah nyata menjaga daya beli warga di tengah tekanan harga pangan dan ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga: Dapat Uang Tunai dan 20 Kg Beras! Ini Kejutan dari Program Kartu Sembako

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi perisai ekonomi bagi keluarga rentan,” ujar perwakilan Kementerian Sosial.

perwakilan Kementerian Sosial menambahkan bahwa pemerintah memastikan distribusi dilakukan tepat sasaran dan secepat mungkin, agar warga bisa langsung merasakan manfaatnya.

Lebih dari sekadar nominal, tambahan sembako ini dinilai sebagai bentuk kepedulian konkret negara terhadap kebutuhan pokok masyarakat, terutama menjelang tahun ajaran baru dan momen libur panjang.

Baca Juga: Lumbung Ekonomi Nasional: Pertanian Kuasai Pertumbuhan dan Lapangan Kerja di 2025

Selain bantuan pangan, stimulus jumbo senilai Rp24,44 triliun ini juga mencakup berbagai insentif transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat: diskon tiket kereta hingga 30%, potongan PPN tiket pesawat 6%, dan tarif kapal laut dipangkas sampai 50%.

Langkah ini diambil demi memastikan konsumsi rumah tangga tetap menggeliat.

Menurut BPS, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, menyumbang lebih dari 52% dari total PDB pada kuartal I 2025.

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan komitmen pengawasan agar bantuan tidak mandek di tengah jalan. “Insya Allah, bantuan ini langsung sampai ke meja makan rakyat,” ucapnya.

PBaca Juga: Bansos Melejit! Cek Jadwal & Besaran BPNT-PKH Mei 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X