Bahkan, Turley menyatakan minat OpenAI untuk membeli browser Chrome jika Google diwajibkan menjualnya. Namun, hakim mempertanyakan apakah perusahaan seperti OpenAI atau Perplexity bisa dikategorikan sebagai pesaing langsung Google di pasar mesin pencari, yang menjadi fokus utama perkara ini.
“Sekarang kalian ingin memasukkan teknologi lain ke dalam definisi pasar mesin pencari umum, padahal saya belum yakin itu tepat,” kata Mehta kepada pengacara DOJ, Adam Severt.
Baca Juga: Komentar Mbappe Usai PSG Libas Inter 5-0 Dan Raih Treble Winner Liga Champions
Severt membela usulan DOJ dengan menekankan bahwa meskipun kasus ini membahas tindakan masa lalu, solusi yang ditetapkan harus bersifat visioner dan mengantisipasi perubahan di masa depan.
Sementara itu, pengacara Google, John Schmidtlein, membantah tudingan bahwa perusahaan mendistorsi persaingan di bidang AI. Ia menyatakan bahwa Google kini tidak lagi membuat perjanjian eksklusif dengan operator seluler dan produsen smartphone seperti Samsung, sehingga mereka bebas untuk memasang aplikasi pencarian dan AI dari perusahaan lain.
Schmidtlein juga memperingatkan bahwa memaksa Google untuk membagikan teknologi yang dikembangkan selama dua dekade kepada pesaing seperti OpenAI merupakan tuntutan yang tidak seimbang.
Baca Juga: Pertahanan Global Goyang: Ketika Eropa Berkata ‘Tidak’ pada Amerika di Asia
“Meminta Google memberikan teknologinya kepada pesaing yang sedang naik daun justru bertentangan dengan inti dari kasus ini,” tegasnya.
Sidang ini dipandang sebagai momen penting dalam upaya AS untuk mengatur kekuatan perusahaan teknologi besar, terutama dalam era baru yang didorong oleh kecerdasan buatan.
Artikel Terkait
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin Lepas Pawai Kebangsaan di Citraland Palu
Kemenkes Terbitkan Edaran Waspada COVID-19, Tren Menurun Tapi Varian Baru Mengintai Asia
Daihatsu Xenia 2025 Hadir Lebih Modern, Irit dan Terjangkau Untuk Keluarga Indonesia, Intip Harganya..!
Fakta Sejarah 1 Juni, Hari Lahir Pancasila Yang Sempat Dilarang Di Era Soeharto
Inilah Cerita Tentang Burung Garuda Yang Jadi Lambang Negara Indonesia
Pertahanan Global Goyang: Ketika Eropa Berkata ‘Tidak’ pada Amerika di Asia
Komentar Mbappe Usai PSG Libas Inter 5-0 Dan Raih Treble Winner Liga Champions
Wamenaker Blak-Blakan: Ada Pengusaha Tolak SE Larangan Syarat Usia Dan Good Looking, Ini Regulasi Negara..!
Menjelang G7, PM Jepang Ishiba Upayakan Deal Dagang dengan Trump
Apakah Google Akan Kehilangan Dominasi di Dunia Pencarian? Berikut Penjelasannya.!!