PALU, METROSELEBES.COM – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, SE., M.Si, secara resmi melepas peserta Pawai Kebangsaan yang digelar di kawasan Citraland Palu, Minggu (1/6/2025).
Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila sekaligus HUT Laskar Topo Tara (LTT) Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin Lepas 172 Calon Jamaah Haji Kloter 8 Tahun 2025
Kegiatan yang diinisiasi oleh LTT Sulawesi Tengah ini berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan komunitas yang ada di Kota Palu.
Semangat kebangsaan dan kebersamaan terlihat kental mewarnai jalannya pawai.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Palu menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas peringatan Hari Lahir Pancasila dan ulang tahun Laskar Topo Tara.
Imelda menyebut momentum ini sebagai tonggak sejarah bagi organisasi yang tengah tumbuh tersebut.
Baca Juga: Imelda Muhidin Soroti Pentingnya Analisa Biaya-Manfaat Dalam Penanggulangan Bencana
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Palu, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni, serta selamat ulang tahun kepada Laskar Topo Tara. Semoga ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Laskar Topo Tara. InsyaAllah organisasinya berkembang dengan baik. Bahkan tahun depan, saya berharap jumlah peserta yang ikut bisa dua kali lipat,” ujar Imelda.
Lebih lanjut, Imelda berharap program-program Laskar Topo Tara mengandung nilai-nilai kebangsaan yang kuat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Saya berharap program-program Laskar Topo Tara memiliki nilai-nilai yang bermanfaat, terutama bagi generasi sekarang, Gen Z. Jangan sampai karena teknologi dan kemajuan zaman, nilai-nilai Pancasila justru luntur. Saya harap kita tetap solid,” katanya.
Baca Juga: Pemkot Palu Kirim 69 Relawan Bantu Korban Banjir di Wombo Kalonggo Donggala
Imelda menekankan bahwa Pawai Kebangsaan bukan sekadar seremoni, melainkan harus dimaknai sebagai wujud nyata dari semangat persatuan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa.
“Pawai Kebangsaan ini bukan hanya sekadar seremonial, tapi kita harus mengambil maknanya. Terlepas dari apa agama kita, kita tetap bersama-sama. Yang pasti, nilai-nilai Pancasila harus kita amalkan. NKRI harga mati,” tegasnya.
Artikel Terkait
Proses Hukum Tetap Jalan, 16 Mahasiswa Trisakti Dipulangkan Usai Ricuh Aksi di Balai Kota
Kasus Cedera Dan Patah Tulang Meningkat Saat Haji 2025, Mayoritas Jemaah Lansia..!
Kemkomdigi dan SAP Jajaki Kolaborasi Strategis Bangun Ekosistem AI Nasional yang Etis dan Berdaulat
Tujuh Tewas, Puluhan Terluka dalam Tragedi Kereta Anjlok Akibat Jembatan Ambruk di Wilayah Perbatasan Rusia-Ukraina
IAEA Ungkap Kegiatan Nuklir Rahasia Iran, Ketegangan Internasional Memuncak
Apakah Amerika Masih Ramah untuk Mahasiswa Tiongkok?
Ekspor Korea Selatan Melemah, Pengaruh Perang Dagang Kian Terasa
Pemerintah China Desak Industri Otomotif Akhiri Perang Harga yang Mencekik
Petrobras Pangkas Harga Bahan Bakar Pesawat, Industri Penerbangan Bernafas Lega
Gagal Bersaing dengan Asia, Meyer Burger Tutup Pabrik dan Ajukan Kepailitan