TOKYO,METROSELEBES.COM-Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba tengah mempertimbangkan kunjungan ke Washington untuk bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelum digelarnya KTT negara-negara Kelompok Tujuh (G7) di pertengahan bulan ini, menurut laporan surat kabar Yomiuri pada Minggu. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya Tokyo untuk mencapai kesepakatan dagang dan menghindari ancaman tarif baru dari Washington. Seperti dikutip dari Reuters pada Minggu, (01/06/2025).
Baca Juga: Pertahanan Global Goyang: Ketika Eropa Berkata ‘Tidak’ pada Amerika di Asia
Pemerintah Jepang melihat sinyal positif dari pihak AS terkait pelonggaran kebijakan tarif Presiden Trump, menyusul serangkaian pertemuan yang dilakukan oleh negosiator utama tarif Jepang, Menteri Ekonomi Ryosei Akazawa. Yomiuri, yang mengutip pejabat pemerintah Jepang tanpa menyebutkan nama, melaporkan bahwa Washington menunjukkan ketertarikan kuat terhadap sejumlah proposal dari Tokyo.
Menurut laporan tersebut, Akazawa dijadwalkan kembali ke Washington pekan ini untuk melanjutkan pembicaraan. Keputusan mengenai kunjungan resmi Perdana Menteri Ishiba ke AS akan ditentukan setelah putaran negosiasi ini selesai.
Baik Gedung Putih maupun Kantor Perdana Menteri Jepang belum memberikan tanggapan resmi atas laporan ini di luar jam kerja.
Baca Juga: Petrobras Pangkas Harga Bahan Bakar Pesawat, Industri Penerbangan Bernafas Lega
Sekembalinya ke Jepang pada Minggu setelah menyelesaikan putaran keempat negosiasi, Akazawa menyatakan bahwa perundingan berjalan ke arah yang konstruktif. Namun, ia menambahkan bahwa format pertemuan tingkat tinggi sebelum KTT G7 masih dalam tahap pembahasan.
Jepang, sebagai sekutu utama AS, menghadapi ancaman tarif balasan sebesar 24% yang akan mulai diberlakukan bulan depan apabila kedua negara gagal mencapai kesepakatan bilateral. Tokyo juga tengah berupaya keras membebaskan sektor otomotifnya—industri terbesar Jepang—dari rencana tarif sebesar 25% yang digagas Trump untuk mobil impor.
Pada Jumat sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan rencana untuk menggandakan tarif baja dan aluminium impor menjadi 50%, menambah tekanan terhadap mitra dagangnya, termasuk Jepang. Namun, dalam negosiasi terakhir, Akazawa mengatakan bahwa Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan Menteri Keuangan Scott Bessent tidak mengangkat isu tarif tersebut.
Artikel Terkait
Petrobras Pangkas Harga Bahan Bakar Pesawat, Industri Penerbangan Bernafas Lega
Gagal Bersaing dengan Asia, Meyer Burger Tutup Pabrik dan Ajukan Kepailitan
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin Lepas Pawai Kebangsaan di Citraland Palu
Kemenkes Terbitkan Edaran Waspada COVID-19, Tren Menurun Tapi Varian Baru Mengintai Asia
Daihatsu Xenia 2025 Hadir Lebih Modern, Irit dan Terjangkau Untuk Keluarga Indonesia, Intip Harganya..!
Fakta Sejarah 1 Juni, Hari Lahir Pancasila Yang Sempat Dilarang Di Era Soeharto
Inilah Cerita Tentang Burung Garuda Yang Jadi Lambang Negara Indonesia
Pertahanan Global Goyang: Ketika Eropa Berkata ‘Tidak’ pada Amerika di Asia
Komentar Mbappe Usai PSG Libas Inter 5-0 Dan Raih Treble Winner Liga Champions
Wamenaker Blak-Blakan: Ada Pengusaha Tolak SE Larangan Syarat Usia Dan Good Looking, Ini Regulasi Negara..!