JAKARTA, METROSELEBES.COM – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai fondasi ideologi negara.
Peringatan ini tak bisa dilepaskan dari sosok Burung Garuda yang menjadi lambang negara dan identitas nasional Indonesia.
Garuda Pancasila, sebagaimana kita kenal saat ini, tampil gagah membawa perisai berlambang lima sila yang merepresentasikan dasar negara. Namun, di balik kemegahannya sebagai simbol resmi, muncul pertanyaan menarik: Apakah burung Garuda itu nyata?
Baca Juga: Fakta Sejarah 1 Juni, Hari Lahir Pancasila Yang Sempat Dilarang Di Era Soeharto
Dalam sejarahnya, burung Garuda merupakan makhluk mitologis dalam tradisi Hindu dan Buddha. Ia digambarkan sebagai sosok setengah manusia dan setengah burung, memiliki sayap yang sangat besar, paruh tajam, serta kekuatan luar biasa.
Dalam agama Hindu, Garuda dikenal sebagai tunggangan atau wahana dari Dewa Wisnu, salah satu dari tiga dewa utama dalam konsep Trimurti.
Sementara dalam ajaran Buddha, Garuda digambarkan sebagai burung pemangsa raksasa yang menjadi raja dari semua burung dan dikenal memiliki kecepatan serta kemampuan terbang luar biasa.
Nama Garuda juga kerap dikaitkan dengan elang Jawa (Nisaetus bartelsi), burung pemangsa endemik Indonesia yang memiliki karakteristik kuat, tajam, dan tangguh.
Baca Juga: 1 Juni Diperingati Sebagai Hari Lahir Pancasila, Ini Sejarah Lengkap di Baliknya
Citra elang inilah yang kemudian menjadi simbol kekuatan, keberanian, dan kebajikan, nilai-nilai yang selaras dengan semangat bangsa Indonesia.
Sejarah penggunaan Garuda sebagai lambang negara bermula dari usulan Sultan Hamid II, yang kemudian disempurnakan dan diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 15 Februari 1950.
Baca Juga: Isu Danantara Suntik Modal ke Garuda Menguat, Rosan Roeslani: Masih Dalam Pembahasan
Desain final Garuda Pancasila mengusung kepala menoleh ke kanan, memiliki 17 helai bulu di sayap kanan dan kiri, 8 helai bulu di ekor, serta 19 dan 45 helai bulu di leher dan pangkal ekor — yang seluruhnya melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.
Dengan akar budaya dan filosofi yang mendalam, Garuda bukan sekadar lambang. Ia menjadi penjaga identitas bangsa yang mempersatukan keberagaman dalam satu semboyan, “Bhinneka Tunggal Ika”. ***
Artikel Terkait
IAEA Ungkap Kegiatan Nuklir Rahasia Iran, Ketegangan Internasional Memuncak
Apakah Amerika Masih Ramah untuk Mahasiswa Tiongkok?
Ekspor Korea Selatan Melemah, Pengaruh Perang Dagang Kian Terasa
Pemerintah China Desak Industri Otomotif Akhiri Perang Harga yang Mencekik
Petrobras Pangkas Harga Bahan Bakar Pesawat, Industri Penerbangan Bernafas Lega
Gagal Bersaing dengan Asia, Meyer Burger Tutup Pabrik dan Ajukan Kepailitan
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin Lepas Pawai Kebangsaan di Citraland Palu
Kemenkes Terbitkan Edaran Waspada COVID-19, Tren Menurun Tapi Varian Baru Mengintai Asia
Daihatsu Xenia 2025 Hadir Lebih Modern, Irit dan Terjangkau Untuk Keluarga Indonesia, Intip Harganya..!
Fakta Sejarah 1 Juni, Hari Lahir Pancasila Yang Sempat Dilarang Di Era Soeharto