India-Pakistan Dekati Titik Damai Sementara Setelah Konflik Mematikan

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Jumat, 30 Mei 2025 | 17:21 WIB
Jenderal Sahir Shamshad Mirza, ketua komite kepala staf gabungan Pakistan, berbicara dalam sebuah wawancara dengan Reuters di sela-sela Dialog Keamanan IISS Shangri-La. Source FOTO: REUTERS
Jenderal Sahir Shamshad Mirza, ketua komite kepala staf gabungan Pakistan, berbicara dalam sebuah wawancara dengan Reuters di sela-sela Dialog Keamanan IISS Shangri-La. Source FOTO: REUTERS

Mirza juga menyoroti bahwa konflik terbaru ini tidak lagi terbatas pada wilayah sengketa Kashmir. Serangan terhadap instalasi militer juga terjadi di wilayah utama masing-masing negara, walaupun tidak ada pihak yang mengakui adanya kerusakan serius. Hal ini, menurutnya, menjadi "tren yang sangat berbahaya."

 

Diplomasi Tertutup dan Minim Komunikasi. Mirza mengungkapkan tidak ada pembicaraan rahasia atau pertemuan informal antara Pakistan dan India untuk meredakan ketegangan. Ia juga mengatakan tidak berencana bertemu dengan Jenderal Anil Chauhan, Kepala Staf Pertahanan India, yang juga menghadiri forum di Singapura.

Baca Juga: Yusril Bantah Isu Perundingan Rahasia RI–Israel Terkait OECD: Tak Pernah Ada Pertemuan

"Masalah-masalah ini hanya bisa diselesaikan melalui dialog dan konsultasi di meja perundingan. Tidak bisa diselesaikan di medan perang," tegas Mirza.

 

Kementerian Luar Negeri India, pada Kamis sebelumnya, menyatakan bahwa "pembicaraan dan teror tidak bisa berjalan bersama" ketika ditanya soal kemungkinan dialog dengan Pakistan. Pernyataan ini menandakan posisi India yang masih enggan membuka ruang komunikasi dengan tetangganya.

 

Intervensi Internasional: Waktu Semakin Sempit. Mirza juga mengingatkan bahwa peran mediasi internasional bisa semakin terbatas di masa depan, karena kurangnya mekanisme manajemen krisis antara kedua negara.

Baca Juga: Presiden Prabowo Dampingi Emmanuel Macron Kunjungi Candi Borobudur, Simbol Eratnya Diplomasi RI–Prancis

“Jendela waktu bagi komunitas internasional untuk campur tangan kini sangat sempit. Bahkan kerusakan bisa terjadi sebelum dunia sempat bertindak,” ujar Mirza, merujuk pada peran diplomasi diam-diam yang sebelumnya dilakukan oleh AS dalam meredam konflik.

 

Sejak merdeka dari Inggris pada 1947, India dan Pakistan telah berperang tiga kali – dua di antaranya mengenai Kashmir. Meski keduanya telah memiliki jalur komunikasi krisis militer, komunikasi antara kedua negara tetap sangat minim.

Baca Juga: Kementerian Ketenagakerjaan Terbitkan SE Larangan Diskriminasi Rekrutmen, Menaker: Perusahaan Harus Lebih Adil dan Transparan

Dengan kondisi yang masih rapuh dan ketegangan yang mudah tersulut, dunia memandang penuh kekhawatiran atas relasi dua negara bertetangga ini. Jika tidak ditangani dengan serius, konflik berikutnya bisa jauh lebih berbahaya dan tidak lagi terbatas pada wilayah sengketa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X