Suhu Wukuf di Arafah Diprediksi 50 Derajat, Jemaah Diminta Berteduh di Tenda

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Selasa, 27 Mei 2025 | 12:51 WIB
Pemerintah imbau jemaah calon haji beribadah di dalam tenda saat wukuf di Arafah. ( Foto : Kolase Instagram/informasihaji - kemenag_ri)
Pemerintah imbau jemaah calon haji beribadah di dalam tenda saat wukuf di Arafah. ( Foto : Kolase Instagram/informasihaji - kemenag_ri)

MAKKAH, METROSELEBES.COM – Pemerintah mengimbau para jemaah calon haji asal Indonesia untuk meminimalkan aktivitas fisik menjelang puncak ibadah wukuf di Arafah yang diperkirakan berlangsung dalam suhu ekstrem mencapai 50 derajat Celcius.

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, mengatakan peringatan ini disampaikan langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi karena suhu panas diprediksi akan terus meningkat hingga pelaksanaan wukuf pada 5 Juni 2025.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji, 95 Persen Jemaah Indonesia Sudah Kantongi Kartu Nusuk

“Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arab berpesan bahwa pada saat puncak haji nanti, panasnya masih tinggi, bahkan lebih tinggi dari hari ini,” kata Hilman di Makkah, Selasa, 27 Mei 2025, dikutip dari laman resmi Kemenag.

Hilman menegaskan agar jemaah tidak keluar dari tenda penginapan kecuali untuk keperluan penting. Langkah ini untuk mencegah risiko heatstroke atau serangan panas yang bisa membahayakan kesehatan.

“Jemaah diminta tidak keluar tenda tanpa kebutuhan khusus, karena kita harapkan mereka bisa terhindar dari heatstroke. Itu berbahaya,” ujarnya.

Baca Juga: Selama di Jeddah, Kemenag Imbau Jemaah Calon Haji Akses Kartu Nusuk Digital dan Tegaskan Data Sudah Terkunci

Untuk menunjang kenyamanan jemaah selama di Arafah, pemerintah telah menyiapkan fasilitas seperti kasur, bantal, selimut, serta pendingin ruangan di dalam tenda.

Jemaah juga didorong memperbanyak ibadah ringan di dalam tenda seperti dzikir dan tadarus Al-Qur’an.

Selain itu, pemerintah kembali mengingatkan jemaah untuk tidak memforsir tenaga dengan kegiatan tambahan seperti umrah sunah berulang atau ziarah ke luar kota.

Baca Juga: Pindah Hotel Tanpa Lapor Bisa Sebabkan Masalah Serius Saat Puncak Haji

“Simpan energi untuk wukuf di Arafah dan rangkaian ibadah lainnya yang lebih utama,” imbau Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Akhmad Fauzin, dalam konferensi pers pada 22 Mei 2025 lalu.

Fauzin juga mengingatkan pentingnya menjaga stamina selama berada di Tanah Suci.

“Tidak harus selalu salat di Masjidil Haram. Yang penting ibadah tetap jalan, fisik tetap bugar,” tegasnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X