Pindah Hotel Tanpa Lapor Bisa Sebabkan Masalah Serius Saat Puncak Haji

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 19:45 WIB
Pindah hotel tanpa laporan resmi bisa mengganggu kelancaran puncak ibadah haji. (Kemenag)
Pindah hotel tanpa laporan resmi bisa mengganggu kelancaran puncak ibadah haji. (Kemenag)

 

MAKKAH, METROSELEBES.COM - Pindah hotel tanpa laporan resmi bisa mengganggu kelancaran puncak ibadah haji.

Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, saat mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak melakukan perpindahan akomodasi secara mandiri tanpa koordinasi dengan petugas.

Menurut Hilman, Pemerintah saat ini sedang menata ulang data akomodasi jemaah, termasuk yang menginap bersama keluarga, pasangan, atau lansia dengan pendamping. Karena itu, setiap perpindahan hotel harus dicatat.

“Kami minta dengan sangat agar jemaah yang berpindah hotel melapor ke petugas,” ujar Hilman di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Kamis (23/5/2025).

Baca Juga: Pembentukan Koperasi Lewat Musdessus Ditarget Rampung Akhir Mei 2025

Pada kedatangan awal di Makkah, sempat terjadi pemisahan tempat tinggal antara pasangan suami istri, orang tua dengan anak, serta lansia dan pendamping karena perbedaan syarikah.

Namun hal itu sudah diselesaikan melalui kebijakan penggabungan yang dikeluarkan Kemenag. Sayangnya, ada jemaah yang terlanjur pindah hotel sendiri sebelum kebijakan itu diberlakukan, dan belum melapor.

Hilman menegaskan, perpindahan hotel tanpa koordinasi berpotensi menimbulkan masalah saat pergerakan besar ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Oleh sebab itu, pendataan yang akurat menjadi sangat penting untuk memastikan seluruh jemaah tercatat dan terlayani dengan baik.

Baca Juga: 8 Strategi Ampuh agar Koperasi Desa Tidak Gagal di Tengah Jalan

Proses pendataan ulang dilakukan bersama perusahaan penyedia layanan, menggunakan sistem pelaporan digital, dan melibatkan koordinasi lintas sektor.

Ini juga menjadi bagian dari evaluasi terhadap dinamika yang terjadi sejak awal keberangkatan jemaah dari Tanah Air.

Ia menjelaskan, sempat terjadi selisih data akibat perubahan mendadak di embarkasi seperti jemaah sakit, batal berangkat, atau bergeser kloter.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X