Menyatukan Narasi, Merangkai Sejarah: Kolaborasi Besar Penulisan Sejarah Indonesia Dimulai

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Selasa, 27 Mei 2025 | 09:32 WIB
Menyatukan Narasi, Merangkai Sejarah: Kolaborasi Besar Penulisan Sejarah Indonesia Dimulai (Instagram kemenkebud)
Menyatukan Narasi, Merangkai Sejarah: Kolaborasi Besar Penulisan Sejarah Indonesia Dimulai (Instagram kemenkebud)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Dalam upaya menyatukan narasi sejarah nasional, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Komisi X DPR RI menggelar rapat terbuka untuk membahas penulisan sejarah Indonesia yang inklusif dan kolaboratif.

Penulisan sejarah ini akan dilakukan dengan pendekatan multidisipliner yang melibatkan berbagai kalangan ahli, termasuk arsitektur dan lainnya, guna menyusun narasi sejarah Indonesia secara lebih menyeluruh dan objektif.

Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa pelibatan arsitektur dan lain-lain, seperti arkeolog, sejarawan, ilmuwan, akademisi, ahli geografi, serta para cendekiawan akan menjadi fondasi dalam merumuskan sejarah Indonesia.

Baca Juga: Jelang Kunjungan ke Indonesia, Presiden Prancis Macron Viral Usai Diduga Cekcok dengan Istri di Vietnam

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa proses ini akan dijalankan dengan prinsip inklusifitas serta sinergi antar lembaga dan kementerian, sehingga tidak ada bagian sejarah yang terpinggirkan.

Langkah ini menandai perubahan penting dalam cara sejarah bangsa ditulis.

Sejarawan senior Prof. Taufik Abdullah dalam seminar nasional sejarah di tahun 2020 sempat menekankan pentingnya keterlibatan lintas disiplin dalam menulis sejarah agar menghasilkan narasi yang komprehensif dan tidak bias.

Baca Juga: Viral Pernyataan Menkes Soal Gaji dan Obesitas, Budi Sadikin: Niat Saya Sebenarnya Baik

Pendekatan yang kini dilakukan Kementerian Kebudayaan merupakan pengejawantahan dari pandangan tersebut.

Dalam laporan UNESCO bertajuk “Histories: Narratives of Inclusion,” dijelaskan bahwa penulisan sejarah yang melibatkan berbagai sudut pandang mampu menciptakan kesadaran kolektif yang sehat dan memperkuat identitas bangsa.

Oleh karena itu, pelibatan arsitektur dan lainnya menjadi sangat relevan, terutama dalam menggali sejarah ruang dan kebudayaan material di Indonesia.

Penulisan sejarah nasional yang baru ini diharapkan mampu menjadi rujukan utama pendidikan sejarah di Indonesia dan membuka ruang bagi generasi muda untuk memahami sejarah bangsanya secara utuh dan tidak terfragmentasi.

Baca Juga: Menko Airlangga Ungkap Diskon Listrik, Menteri ESDM Bahlil: Saya Belum Tahu!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Iran Pasti akan Balas Dendam

Kamis, 2 Juli 2026 | 10:40 WIB
X