Mampukah “Golden Dome” Lindungi Amerika dari Serangan Rudal China dan Rusia?

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Rabu, 21 Mei 2025 | 13:57 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pengumuman mengenai perisai pertahanan rudal Golden Dome di samping Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, di Oval Office, Gedung Putih, Washington. Source FOTO: REUTERS
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pengumuman mengenai perisai pertahanan rudal Golden Dome di samping Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, di Oval Office, Gedung Putih, Washington. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan pemilihan desain untuk sistem pertahanan rudal luar angkasa bernama Golden Dome, proyek ambisius senilai $175 miliar yang dirancang untuk menghadapi ancaman misil dari China dan Rusia. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump juga menunjuk Jenderal Michael Guetlein dari Space Force sebagai pemimpin program tersebut. Rabu (21/05/2025)

Baca Juga: Logika atau Tekanan: Siapa yang Akan Mengalah dalam Perundingan Nuklir?

Golden Dome dirancang sebagai jaringan satelit dalam jumlah ratusan yang akan mendeteksi, melacak, dan bahkan mencegat misil musuh sejak peluncuran. Trump menyebut program ini sebagai “penjaga tanah air” dan menyatakan bahwa Kanada telah menyatakan minat untuk bergabung dalam inisiatif tersebut.

 

“Kami sedang berbicara dengan mitra Amerika kami mengenai hubungan keamanan dan ekonomi baru, termasuk penguatan NORAD dan inisiatif seperti Golden Dome,” demikian pernyataan dari kantor Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

Baca Juga: Melanggar Hukum? Pemerintahan Trump Diduga Deportasi Migran ke Sudan Selatan

Trump menargetkan sistem ini bisa beroperasi sebelum masa jabatannya berakhir pada Januari 2029. Namun, para pakar industri meragukan kelayakan target waktu dan anggaran tersebut. “Ronald Reagan pernah menginginkannya dulu, tapi teknologi saat itu belum memungkinkan,” ujar Trump, merujuk pada program Star Wars yang gagal diwujudkan pada era 1980-an.

 

Golden Dome menghadapi tantangan dari sisi politik dan pendanaan. Analis pertahanan Tom Karako dari Center for Strategic and International Studies memperkirakan proyek ini akan memakan waktu setidaknya satu dekade.

Baca Juga: Ketua Komite Anggaran Jodey Arrington Dorong RUU Pajak Trump di Tengah Perpecahan Partai

Keunggulan teknologi dari Silicon Valley dan perusahaan perangkat lunak AS disebut-sebut sebagai kunci sukses, dengan sistem lama yang tetap dimanfaatkan. Di antara perusahaan yang disebut berpotensi terlibat adalah SpaceX milik Elon Musk, Palantir, Anduril, L3Harris Technologies, Lockheed Martin, dan RTX Corp.

 

Senator Partai Republik Kevin Cramer menyambut keterlibatan sektor teknologi tinggi. “Ekosistem pertahanan otonom di era luar angkasa ini lebih banyak mengandalkan Silicon Valley daripada kontraktor logam besar,” katanya.

Baca Juga: Rubio Disorot: Bantuan Luar Negeri, Imigrasi, dan Ambisi Trump Jadi Sorotan DPR dan Senat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X