WASHINGTON,METROSELEBES.COM20- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dijadwalkan akan memberikan kesaksian penting di hadapan Kongres minggu ini, dalam serangkaian sidang yang diperkirakan akan dipenuhi pertanyaan tajam mengenai kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump. Sidang ini akan menjadi ujian besar bagi Rubio, yang sebelumnya merupakan senator dari Partai Republik asal Florida.
Baca Juga: Menkeu Jepang: Pertemuan dengan AS Akan Fokus pada Stabilitas Nilai Tukar
Rubio, yang dikukuhkan sebagai diplomat tertinggi AS pada 20 Januari dengan suara bulat 99-0 di Senat, kini menghadapi kekecewaan dari beberapa mantan koleganya, khususnya dari Partai Demokrat. Beberapa di antaranya secara terbuka menyatakan penyesalan telah mendukung pengukuhannya, lantaran Rubio dinilai gagal mengimbangi dominasi Trump dalam kebijakan luar negeri dan dalam pengambilalihan kendali pemerintahan federal.
Saat sidang konfirmasi pada 15 Januari lalu, Rubio menjanjikan pendekatan diplomasi yang tegas dan berfokus pada kepentingan Amerika, sejalan dengan slogan "America First" milik Trump. Namun, realitas pemerintahan yang berjalan tampaknya menyimpang dari janji tersebut.
Baca Juga: Menkeu Jepang: Pertemuan dengan AS Akan Fokus pada Stabilitas Nilai Tukar
Kebijakan pemangkasan besar-besaran dalam bantuan luar negeri menjadi sorotan utama. Rubio yang selama 14 tahun di Senat dikenal sebagai pendukung kuat bantuan internasional, kini berada dalam posisi membela kebijakan yang memotong dana untuk Departemen Luar Negeri dan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), yang saat ini tengah digabungkan ke dalam struktur Kemlu.
Anggota Kongres juga diperkirakan akan mempertanyakan peran Rubio dalam:
Baca Juga: Perang Ukraina Segera Berakhir? Trump Umumkan Negosiasi Gencatan Senjata, Putin Masih Ragu
Rencana pencabutan sanksi terhadap Suriah
Pengetatan kebijakan imigrasi