Situasi ini juga diperparah oleh dampak perang dagang yang dipicu oleh Presiden AS Donald Trump. Ketegangan perdagangan tersebut mengganggu rantai pasokan dan aktivitas pabrik di berbagai wilayah. Beberapa produsen mobil bahkan telah mengubah strategi produksi mereka guna mengurangi dampak tarif impor. Pembatasan balasan dari Tiongkok terhadap magnet dan komponen yang mengandung logam tanah jarang—yang umum digunakan dalam industri otomotif—ikut memperumit operasi pabrik global.
Dengan potensi gangguan pasokan dan pengurangan produksi, para analis menyoroti pentingnya GM untuk segera menstabilkan operasionalnya, terutama di tengah persaingan ketat di segmen kendaraan berbasis truk di pasar domestik.
Artikel Terkait
Ultimatum yang Membelah Opini: Ahmad Dhani Ancam Bongkar Masa Lalu Maia jika Terus Berbicara
212 Merek Beras ‘Bermasalah’ Terungkap, Pemerintah Ultimatum Mafia Pangan 14 Hari
BSU sudah cair, dan ada yang Belum Cair? Ini Penjelasan Resmi Kemnaker dan Cara Cek Status Terbarumu
Jaguar Land Rover Tarik 21.000 Kendaraan di AS karena Masalah Airbag Penumpang
Kredit Jadi Pemacu Karier? Luna Maya dan Tora Bahas ‘Semangat Ngeredit’ yang Bikin Produktif
Chery Bantah Klaim Tak Sah dalam Subsidi Mobil Ramah Lingkungan di Tiongkok
Harga Beras Melonjak, Indag Sulteng Luncurkan Operasi Pasar dan Penyaluran Bantuan 224 Ribu Warga
Kamera Mundur Masih Bermasalah, Ribuan Polestar 2 Diperiksa Ulang oleh Regulator AS
SPHP Hadir Lagi! Program Beras Murah Resmi Negara Kembali Digulirkan hingga Akhir 2025
Perpres Baru Bikin Distribusi Pupuk Lancar, Petani Palembang Tersenyum Lega