Volkswagen Pangkas Proyeksi 2025 Setelah Terpukul Tarif $1,5 Miliar, Audi dan Porsche Alami Kerugian Besar

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 20:12 WIB
Logo mobil Volkswagen terlihat selama Pratinjau Pers Pameran Mobil Internasional New York di New York City, AS, pada 16 April 2025. Source FOTO: REUTERS
Logo mobil Volkswagen terlihat selama Pratinjau Pers Pameran Mobil Internasional New York di New York City, AS, pada 16 April 2025. Source FOTO: REUTERS

BERLIN,METROSELEBES.COM-Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen, memangkas proyeksi pendapatan dan margin keuntungan untuk tahun 2025 setelah mencatat kerugian sebesar 1,3 miliar euro (sekitar $1,5 miliar) akibat tarif impor yang dikenakan Amerika Serikat pada paruh pertama tahun ini. Ini menjadi penilaian pertama perusahaan terhadap dampak nyata dari perang dagang yang dipicu oleh Presiden AS, Donald Trump. Seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (25/07/2025).

Baca Juga: Saat BYD Fokus Produksi, Tesla Masih Andalkan Sopir Manusia di Layanan Transportasi Bay Area

Volkswagen, produsen mobil terbesar di Eropa, kini memperkirakan margin laba operasional tahunannya hanya akan berada di kisaran 4% hingga 5%, jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yaitu 5,5% hingga 6,5%. Penjualan tahunan yang semula diprediksi naik hingga 5% pun kini diperkirakan hanya akan sejajar dengan tahun lalu.

 

Saham Volkswagen sempat anjlok hingga 4,6% pada awal perdagangan Jumat sebelum akhirnya pulih dan naik 1% pada pukul 13:05 GMT. Para investor disebut sudah mengantisipasi pemangkasan proyeksi ini, menyusul absennya pernyataan resmi dari perusahaan mengenai dampak tarif pada kuartal sebelumnya.

 

Meski demikian, pasar tampak sedikit tenang setelah manajemen memberikan jaminan bahwa merek-merek mewah milik grup tersebut, yakni Audi dan Porsche, akan mulai pulih pada 2026 setelah mengalami tekanan hebat di kuartal kedua.

 

CEO Volkswagen, Oliver Blume, menegaskan pentingnya mempercepat efisiensi biaya dalam menghadapi tekanan tarif yang diperkirakan tidak bersifat sementara. “Kita harus mengalihkan upaya efisiensi biaya ke gigi tertinggi dan mempercepat pelaksanaannya,” ujar Blume di hadapan para investor.

Baca Juga: Kamboja Desak Gencatan Senjata Tanpa Syarat, Bentrokan Makin Memanas di Perbatasan dengan Thailand

Tarik Ulur Tarif dan Upaya Diplomatik

 

Volkswagen bersama para pesaingnya kini menekan negosiator perdagangan Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan dengan AS yang dapat mengurangi beban tarif 25% yang mulai berlaku sejak April. Para diplomat Eropa mengisyaratkan adanya kemungkinan penurunan tarif menjadi 15%, guna menghindari ancaman kenaikan menjadi 30% mulai 1 Agustus.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X