SAN FRANCISCO,METROSELEBES.COM-Raksasa kendaraan listrik Tesla akan segera meluncurkan layanan transportasi bergaya sopir pribadi di wilayah San Francisco Bay Area, namun layanan ini akan tetap dikendalikan oleh manusia. Pernyataan ini disampaikan oleh Komisi Utilitas Publik California (CPUC) pada Jumat, menepis laporan sebelumnya yang menyebut Tesla akan mengoperasikan layanan robotaksi otonom di kawasan tersebut. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (26/07/2025).
Baca Juga: Kamboja Desak Gencatan Senjata Tanpa Syarat, Bentrokan Makin Memanas di Perbatasan dengan Thailand
Tidak seperti layanan milik Waymo — unit milik Alphabet — yang telah mengantongi berbagai izin untuk menjalankan kendaraan otonom, Tesla belum memiliki izin serupa dan bahkan belum mengajukan permohonan resmi, kata juru bicara CPUC. Tesla sendiri belum memberikan tanggapan terhadap permintaan konfirmasi.
Dalam panggilan konferensi hasil keuangan pada pekan ini, CEO Tesla Elon Musk menyebut perusahaan sedang mengupayakan izin regulasi untuk meluncurkan layanan robotaksi di beberapa wilayah, termasuk Bay Area. Namun menurut Business Insider, layanan tersebut lebih menyerupai robotaksi dengan pengemudi manusia yang tetap memegang kendali — bukan sepenuhnya otonom.
Ashok Elluswamy, kepala pengembangan sistem mengemudi otonom Tesla, memperjelas bahwa layanan yang akan segera diluncurkan adalah robotaksi dengan sopir manusia di kursi pengemudi, sebagai langkah awal sambil menunggu persetujuan penuh dari regulator.
Baca Juga: Investor Antusias Sambut Potensi Kesepakatan Dagang AS-Uni Eropa Jelang Tenggat Tarif 1 Agustus
Sementara itu, Tesla telah lebih dulu menguji layanan robotaksi di Austin, Texas bulan lalu, menggunakan sekitar selusin SUV Model Y. Dalam uji coba tersebut, kendaraan dikendalikan oleh perangkat lunak mengemudi otonom Tesla, sementara petugas keselamatan manusia duduk di kursi penumpang depan. Hanya beberapa penumpang terpilih yang diundang untuk mencoba layanan ini.
Berbeda dengan Austin, CPUC menegaskan bahwa di Bay Area, Tesla belum diperbolehkan menguji atau mengangkut penumpang publik menggunakan kendaraan otonom, bahkan jika terdapat pengemudi cadangan manusia di dalamnya. Tesla hanya diizinkan mengoperasikan kendaraan yang sepenuhnya dikendalikan manusia.
Menurut CPUC, Tesla menyampaikan rencana mereka untuk memberikan layanan transportasi kepada "kerabat dan teman karyawan" serta "anggota masyarakat tertentu", sesuai izin yang mereka pegang untuk layanan transportasi berbayar dengan kendaraan tradisional.
Artikel Terkait
Revolusi Koperasi Desa, Prabowo Luncurkan 80 Ribu KOPDES Merah Putih
Dihajar Massa Usai Curi Motor Saat Salat Jumat, Warga Geram dan Serukan Keadilan Sosial
Pembunuhan Sadis di Dubesi Gegerkan Warga, Motif Belum Terungkap
Bhabinkamtibmas Peraih Hoegeng Awards 2025 Akhirnya Bisa Bertugas Dekat Keluarga
Hyundai Motor Alami Penurunan Laba Q2, Peringatkan Dampak Lebih Besar dari Tarif AS di Kuartal Berikutnya
Nathalie Holscher Minta Maaf Usai Konten Parodi Bareng DJ Panda Dianggap Sindir Kehamilan Erika Carlina
Disukai Anak Muda, Yamaha Grand Filano Ternyata Masih Punya Kekurangan yang Jadi Sorotan Netizen
Kebersamaan TNI dan Warga Warnai Pembangunan Infrastruktur di TMMD ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi
Investor Antusias Sambut Potensi Kesepakatan Dagang AS-Uni Eropa Jelang Tenggat Tarif 1 Agustus
Kamboja Desak Gencatan Senjata Tanpa Syarat, Bentrokan Makin Memanas di Perbatasan dengan Thailand