WASHINGTON,METROSELEBES.COM- Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) secara resmi menutup penyelidikan selama 14 bulan terhadap serangkaian insiden kecil dan perilaku tidak terduga dari kendaraan swakemudi milik Waymo, anak perusahaan Alphabet. Penutupan dilakukan tanpa tindak lanjut atau sanksi tambahan. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (26/07/2025).
Baca Juga: Tesla Dapat Tekanan Investor Soal Rencana Investasi ke Startup AI Milik Elon Musk, xAI
Investigasi ini dimulai pada Mei 2024 setelah NHTSA menerima 22 laporan mengenai robotaksi Waymo yang menunjukkan perilaku mengemudi yang dianggap berpotensi melanggar hukum lalu lintas atau bertindak secara tak terduga. Di antara laporan tersebut, terdapat 17 tabrakan ringan, termasuk satu insiden menabrak tiang utilitas.
NHTSA memutuskan untuk menghentikan penyelidikan setelah Waymo melakukan dua penarikan kembali (recall) kendaraan dan lembaga tersebut menyelesaikan analisis menyeluruh terhadap data yang tersedia. Salah satu recall yang dilakukan pada 2024 bertujuan memperbaiki sistem untuk mencegah tabrakan dengan benda tetap seperti tiang. Recall kedua, yang dilakukan pada Mei 2025, melibatkan lebih dari 1.200 kendaraan dan memperbarui perangkat lunak agar kendaraan dapat lebih baik mendeteksi dan menghindari penghalang jalan seperti rantai, palang pintu, dan rintangan lainnya.
"Keselamatan adalah prioritas utama kami, dan kami senang NHTSA telah menyimpulkan penyelidikannya dan menutup kasus ini," kata juru bicara Waymo pada Jumat.
Penyelidikan tersebut sebelumnya menyoroti kemungkinan pelanggaran hukum lalu lintas oleh kendaraan Waymo, termasuk respons yang tidak sesuai terhadap rambu-rambu lalu lintas dan kesulitan saat memasuki zona konstruksi. NHTSA mencatat bahwa beberapa insiden melibatkan tabrakan dengan objek yang "terlihat jelas dan seharusnya dapat dihindari oleh pengemudi yang kompeten."
Baca Juga: Saat BYD Fokus Produksi, Tesla Masih Andalkan Sopir Manusia di Layanan Transportasi Bay Area
Saat ini, Waymo mengoperasikan lebih dari 1.500 kendaraan swakemudi di San Francisco, Los Angeles, Phoenix, dan Austin, Texas. Perusahaan ini melayani lebih dari 250.000 perjalanan otonom berbayar setiap minggunya. Waymo juga berencana memperluas layanannya ke New York, Miami, dan Washington, D.C., serta baru-baru ini meluncurkan layanan kerja sama dengan Uber di Atlanta.
Perusahaan kendaraan otonom seperti Waymo dan Cruise (milik General Motors) menghadapi pengawasan regulasi yang semakin ketat sejak insiden pada 2023, ketika seorang pejalan kaki mengalami cedera serius akibat tertabrak kendaraan swakemudi Cruise. Insiden tersebut mendorong GM memangkas pendanaan untuk Cruise dan mengintegrasikan operasi perusahaan itu ke dalam struktur utama GM.
Artikel Terkait
Bhabinkamtibmas Peraih Hoegeng Awards 2025 Akhirnya Bisa Bertugas Dekat Keluarga
Hyundai Motor Alami Penurunan Laba Q2, Peringatkan Dampak Lebih Besar dari Tarif AS di Kuartal Berikutnya
Nathalie Holscher Minta Maaf Usai Konten Parodi Bareng DJ Panda Dianggap Sindir Kehamilan Erika Carlina
Disukai Anak Muda, Yamaha Grand Filano Ternyata Masih Punya Kekurangan yang Jadi Sorotan Netizen
Kebersamaan TNI dan Warga Warnai Pembangunan Infrastruktur di TMMD ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi
Investor Antusias Sambut Potensi Kesepakatan Dagang AS-Uni Eropa Jelang Tenggat Tarif 1 Agustus
Kamboja Desak Gencatan Senjata Tanpa Syarat, Bentrokan Makin Memanas di Perbatasan dengan Thailand
Saat BYD Fokus Produksi, Tesla Masih Andalkan Sopir Manusia di Layanan Transportasi Bay Area
Volkswagen Pangkas Proyeksi 2025 Setelah Terpukul Tarif $1,5 Miliar, Audi dan Porsche Alami Kerugian Besar
Tesla Dapat Tekanan Investor Soal Rencana Investasi ke Startup AI Milik Elon Musk, xAI