AS Tutup Investigasi atas Insiden dan Perilaku Aneh Mobil Swakemudi Waymo

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 22:59 WIB
Sebuah mobil swakemudi Waymo melintasi Los Angeles, California, AS, pada 12 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS
Sebuah mobil swakemudi Waymo melintasi Los Angeles, California, AS, pada 12 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON,METROSELEBES.COM- Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) secara resmi menutup penyelidikan selama 14 bulan terhadap serangkaian insiden kecil dan perilaku tidak terduga dari kendaraan swakemudi milik Waymo, anak perusahaan Alphabet. Penutupan dilakukan tanpa tindak lanjut atau sanksi tambahan. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (26/07/2025).

Baca Juga: Tesla Dapat Tekanan Investor Soal Rencana Investasi ke Startup AI Milik Elon Musk, xAI

Investigasi ini dimulai pada Mei 2024 setelah NHTSA menerima 22 laporan mengenai robotaksi Waymo yang menunjukkan perilaku mengemudi yang dianggap berpotensi melanggar hukum lalu lintas atau bertindak secara tak terduga. Di antara laporan tersebut, terdapat 17 tabrakan ringan, termasuk satu insiden menabrak tiang utilitas.

 

NHTSA memutuskan untuk menghentikan penyelidikan setelah Waymo melakukan dua penarikan kembali (recall) kendaraan dan lembaga tersebut menyelesaikan analisis menyeluruh terhadap data yang tersedia. Salah satu recall yang dilakukan pada 2024 bertujuan memperbaiki sistem untuk mencegah tabrakan dengan benda tetap seperti tiang. Recall kedua, yang dilakukan pada Mei 2025, melibatkan lebih dari 1.200 kendaraan dan memperbarui perangkat lunak agar kendaraan dapat lebih baik mendeteksi dan menghindari penghalang jalan seperti rantai, palang pintu, dan rintangan lainnya.

Baca Juga: Volkswagen Pangkas Proyeksi 2025 Setelah Terpukul Tarif ,5 Miliar, Audi dan Porsche Alami Kerugian Besar

"Keselamatan adalah prioritas utama kami, dan kami senang NHTSA telah menyimpulkan penyelidikannya dan menutup kasus ini," kata juru bicara Waymo pada Jumat.

 

Penyelidikan tersebut sebelumnya menyoroti kemungkinan pelanggaran hukum lalu lintas oleh kendaraan Waymo, termasuk respons yang tidak sesuai terhadap rambu-rambu lalu lintas dan kesulitan saat memasuki zona konstruksi. NHTSA mencatat bahwa beberapa insiden melibatkan tabrakan dengan objek yang "terlihat jelas dan seharusnya dapat dihindari oleh pengemudi yang kompeten."

Baca Juga: Saat BYD Fokus Produksi, Tesla Masih Andalkan Sopir Manusia di Layanan Transportasi Bay Area

Saat ini, Waymo mengoperasikan lebih dari 1.500 kendaraan swakemudi di San Francisco, Los Angeles, Phoenix, dan Austin, Texas. Perusahaan ini melayani lebih dari 250.000 perjalanan otonom berbayar setiap minggunya. Waymo juga berencana memperluas layanannya ke New York, Miami, dan Washington, D.C., serta baru-baru ini meluncurkan layanan kerja sama dengan Uber di Atlanta.

 

Perusahaan kendaraan otonom seperti Waymo dan Cruise (milik General Motors) menghadapi pengawasan regulasi yang semakin ketat sejak insiden pada 2023, ketika seorang pejalan kaki mengalami cedera serius akibat tertabrak kendaraan swakemudi Cruise. Insiden tersebut mendorong GM memangkas pendanaan untuk Cruise dan mengintegrasikan operasi perusahaan itu ke dalam struktur utama GM.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X