CALIFORNIA,METROSELEBES.COM-Tesla mulai memperkenalkan tahap awal layanan robotaksi di wilayah Bay Area, California, dengan pendekatan yang berbeda dari pesaingnya. Melalui pembaruan perjanjian layanan kepada pengguna, perusahaan menyampaikan bahwa layanan ini akan dijalankan oleh pengemudi manusia yang mengoperasikan kendaraan menggunakan perangkat lunak Full Self-Driving (Supervised). Seperti dikutip dari Reuters pada Minggu (27/07/2025).
Baca Juga: AS Tutup Investigasi atas Insiden dan Perilaku Aneh Mobil Swakemudi Waymo
Menurut laporan Business Insider yang dikutip dari tangkapan layar pemberitahuan kepada pengguna, Tesla menyatakan bahwa perjalanan di California akan dijalankan "dengan pengemudi keselamatan menggunakan Full Self-Driving (Supervised), sesuai otorisasi dari California Public Utilities Commission (CPUC)." Di luar wilayah California, perjalanan dilakukan sepenuhnya secara otonom.
Berbeda dengan Waymo milik Alphabet yang telah memiliki izin untuk mengoperasikan kendaraan tanpa pengemudi, Tesla hingga kini belum memiliki, bahkan belum mengajukan izin serupa ke CPUC. Hal ini membuat Tesla masih bergantung pada pengemudi manusia dalam peluncuran awal di Bay Area.
Baca Juga: AS Tutup Investigasi atas Insiden dan Perilaku Aneh Mobil Swakemudi Waymo
Tesla disebut akan memanfaatkan varian dari perangkat lunak Full Self-Driving (Supervised) miliknya — sistem yang mampu menjalankan berbagai fungsi mengemudi namun tetap membutuhkan perhatian dan intervensi manusia saat diperlukan.
CEO Tesla Elon Musk mengatakan dalam pernyataan pendapatan minggu ini bahwa perusahaan tengah mengupayakan izin regulasi untuk meluncurkan layanan robotaksi di berbagai pasar, termasuk Bay Area. Sebagai bagian dari uji coba awal, Tesla telah memberi tahu CPUC bahwa mereka akan menawarkan layanan ini kepada "teman dan keluarga karyawan" serta "anggota publik yang dipilih," menggunakan izin yang memungkinkan pengemudi manusia mengangkut penumpang dalam kendaraan tradisional untuk layanan charter.
Meski Tesla telah bertemu dengan pihak regulator, perusahaan belum mengajukan izin tambahan untuk memungut tarif atau menguji kendaraan tanpa pengemudi keselamatan. Langkah selanjutnya bagi Tesla adalah mengajukan lisensi CPUC untuk kendaraan otonom yang mengangkut penumpang dengan pengemudi keselamatan. Namun, sesuai peraturan otonom di California, perusahaan wajib terlebih dahulu menjalani tahap pilot — tanpa boleh mengenakan biaya kepada pelanggan.
Langkah Tesla ini menunjukkan strategi bertahap menuju layanan robotaksi sepenuhnya otonom, sembari menavigasi proses perizinan yang kompleks di negara bagian dengan aturan kendaraan otonom paling ketat di Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Kebersamaan TNI dan Warga Warnai Pembangunan Infrastruktur di TMMD ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi
Investor Antusias Sambut Potensi Kesepakatan Dagang AS-Uni Eropa Jelang Tenggat Tarif 1 Agustus
Kamboja Desak Gencatan Senjata Tanpa Syarat, Bentrokan Makin Memanas di Perbatasan dengan Thailand
Saat BYD Fokus Produksi, Tesla Masih Andalkan Sopir Manusia di Layanan Transportasi Bay Area
Volkswagen Pangkas Proyeksi 2025 Setelah Terpukul Tarif $1,5 Miliar, Audi dan Porsche Alami Kerugian Besar
Tesla Dapat Tekanan Investor Soal Rencana Investasi ke Startup AI Milik Elon Musk, xAI
AS Tutup Investigasi atas Insiden dan Perilaku Aneh Mobil Swakemudi Waymo
Kapolda Sulteng Paparkan Evaluasi Penegakan Hukum di Hadapan Komisi III DPR RI
Sulteng Jadi Rebutan Investor, Gubernur Anwar Hafid Tawarkan Karpet Merah ke Konsorsium Tiongkok
Peringati Hari Anak Nasional 2025, Ditlantas Polda Sulteng Edukasi Pelajar soal Safety Riding dan Driving