Automaker Bergegas Dorong Penjualan Mobil Listrik Jelang Berakhirnya Insentif Pajak AS Senilai $7.500

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 10 Juli 2025 | 06:52 WIB
Pemandangan dari drone menunjukkan kendaraan listrik Tesla yang menunggu untuk dikirim di luar gigafactory Tesla di Austin, Texas, Amerika Serikat, pada 2 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS
Pemandangan dari drone menunjukkan kendaraan listrik Tesla yang menunggu untuk dikirim di luar gigafactory Tesla di Austin, Texas, Amerika Serikat, pada 2 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS

DETROIT,METROSELEBES.COM-Para produsen mobil berlomba-lomba mendorong penjualan kendaraan listrik (EV) sebelum insentif pajak federal Amerika Serikat senilai $7.500 resmi dihentikan pada akhir September 2025. Potensi berakhirnya subsidi yang selama ini menjadi daya tarik utama pembeli membuat banyak pihak memprediksi lonjakan pembelian EV dalam waktu dekat.

Baca Juga: Yusril Klarifikasi Isu Gibran Akan Berkantor di Papua: Tidak Benar, Hanya Badan Khususnya Saja

Tesla, salah satu pemimpin pasar kendaraan listrik, telah memasang pengumuman besar di laman resminya: “Kredit Pajak Federal $7.500 Akan Berakhir. Ambil Kendaraan Anda Sebelum 30 September 2025.” Sementara itu, Ford Motor memperpanjang program pemasangan pengisi daya rumah secara gratis hingga akhir September untuk menarik minat pembeli baru.

 

Penghapusan insentif ini merupakan bagian dari legislasi anggaran besar yang telah disahkan oleh Kongres AS. Selain menghentikan kredit untuk EV baru, kredit senilai $4.000 untuk kendaraan listrik bekas juga akan ditiadakan. Subsidi tersebut telah memainkan peran penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di AS dalam beberapa tahun terakhir.

 

Menurut Claire McDonough, Chief Financial Officer Rivian, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mempertimbangkan pembelian EV. Ia juga menyebutkan bahwa Rivian sedang mempersiapkan berbagai insentif tambahan, termasuk penawaran pembiayaan khusus, setelah subsidi resmi dicabut.

Baca Juga: Gubernur Anwar Hafid: Integritas ASN Adalah Fondasi Utama Cegah Korupsi

Namun, para eksekutif otomotif khawatir hilangnya kredit pajak akan memicu penurunan tajam dalam penjualan EV, yang sudah mulai melambat setelah masa pertumbuhan pesat di awal dekade ini.

 

"Tanpa kredit pajak $7.500, permintaan pasti akan menurun," ujar CEO General Motors, Mary Barra, dalam sebuah acara akhir tahun lalu.

 

Sebuah studi gabungan dari Universitas California Berkeley, Duke, dan Stanford memperkirakan bahwa tanpa insentif ini, pendaftaran kendaraan listrik bisa anjlok hingga 27%.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X