METROSELEBES.COM-Sebanyak 27 investor besar Tesla, termasuk bendahara negara bagian AS, dana pensiun, dan pakar tata kelola perusahaan, mendesak dewan direksi Tesla untuk segera menetapkan tanggal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan yang hingga kini belum diumumkan. Seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (10/07/2025).
Baca Juga: Trump Serang Perdagangan Global Lewat Gelombang Tarif Baru, EU Berlomba Capai Kesepakatan
Dalam sebuah surat resmi, kelompok investor tersebut menyebut Tesla hampir melewati tenggat hukum untuk menggelar RUPS tahunannya. “Diamnya Tesla terkait RUPS menjadi sumber kekhawatiran,” tulis mereka, mengutip kewajiban hukum dan meningkatnya sorotan terhadap tata kelola perusahaan, khususnya terkait peran CEO Elon Musk.
Menurut hukum negara bagian Texas, jika sebuah perusahaan tidak menyelenggarakan RUPS dalam waktu 13 bulan sejak pertemuan terakhir, para pemegang saham berhak mengajukan gugatan ke pengadilan agar perusahaan diwajibkan menggelarnya. RUPS terakhir Tesla berlangsung pada Juni 2024. Namun hingga kini, belum ada kejelasan kapan pertemuan berikutnya akan diadakan.
Pada April lalu, Tesla mengumumkan bahwa pengajuan pernyataan proksi tahunan akan ditunda karena dewan belum menetapkan tanggal RUPS. Saat itu, perusahaan juga menyatakan telah membentuk komite khusus untuk membahas isu kompensasi Elon Musk, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Baca Juga: Mahkamah Agung AS Izinkan Trump Lanjutkan Rencana PHK Massal Pegawai Federal
Sorotan terhadap Musk semakin tajam setelah ia terlibat perseteruan terbuka dengan Presiden Donald Trump dan mengumumkan rencananya untuk membentuk partai politik baru. Langkah ini memunculkan kekhawatiran bahwa Musk mulai terdistraksi dari bisnis utama Tesla. Ketidakpastian ini berdampak besar pada kepercayaan investor — saham Tesla telah anjlok 27% sepanjang tahun 2025.
Situasi Tesla diperburuk dengan menurunnya kinerja penjualan. Perusahaan kini berada di jalur menuju tahun kedua berturut-turut dengan penurunan volume penjualan, setelah pengiriman kendaraan turun 13,5% pada kuartal kedua. Ditambah lagi, insentif pajak kendaraan listrik (EV) dihapus, yang sebelumnya menjadi pendorong utama penjualan.
Baca Juga: Penjualan Global Porsche Turun di Semester Pertama 2025, Pasar China Jadi Pemicu Utama
Tahun lalu, pemegang saham Tesla menyetujui paket kompensasi kontroversial senilai $56 miliar untuk Musk, meski sebelumnya telah dibatalkan oleh pengadilan di Delaware.
Artikel Terkait
Investasi Gagal? Sejumlah Kantor OMC Ditutup di Daerah Sulawesi Tengah
Wakil Wali Kota Palu Terima Kunjungan Mister Miss Sulawesi Tengah, Siap Bersinergi Promosikan Daerah
5 Alasan Konsumen Diminta Jangan Terburu-Buru Beli Mobil Listrik: Dari SPKLU Langka Hingga Biaya Baterai Selangit
Viral! Anak Pedagang Es Keliling Diterima di ITB, Rumah Penuh Trofi Sejak SD
Menteri Agama Buka Peluang Haji dan Umrah Pakai Kapal Laut
Ketegangan Tarif AS dan Konflik Perbatasan Bayangi Pertemuan Menlu ASEAN di Malaysia
Penjualan Global Porsche Turun di Semester Pertama 2025, Pasar China Jadi Pemicu Utama
Mahkamah Agung AS Izinkan Trump Lanjutkan Rencana PHK Massal Pegawai Federal
Anggaran Boleh Naik, Tapi Keadilan Harus Ditegakkan: Seruan dari Timur Indonesia
Trump Serang Perdagangan Global Lewat Gelombang Tarif Baru, EU Berlomba Capai Kesepakatan