JAKARTA, METROSELEBES.COM - Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi mengumumkan kemajuan besar dalam program pembentukan Kopdes/Kelurahan Merah Putih, yang kini mencapai titik signifikan.
Dari total 80.560 koperasi desa/kelurahan yang direncanakan, sebanyak 77.120 unit kini telah resmi memiliki SK badan hukum. Ini menandakan bahwa hampir 100 persen provinsi telah menyelesaikan pembentukan koperasi tersebut.
“Sebagian besar provinsi 100 persen terbentuk. Siang ini tercatat 77.120 Kopdes Merah Putih telah memiliki SK badan hukum,” ungkap Menkop Budi Arie di hadapan Komisi VI DPR RI pada Rabu, 9 Juli 2025.
Baca Juga: Roy Suryo Bongkar Fakta Baru Usai Gelar Perkara Ijazah Jokowi: Ada yang Masih Tertutup
Kopdes Merah Putih merupakan program strategis pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Tujuannya adalah mempercepat pemerataan ekonomi dan penguatan kelembagaan ekonomi rakyat dari bawah, terutama di era kepemimpinan Presiden Prabowo.
Langkah ini dinilai penting oleh berbagai pihak karena koperasi dinilai sebagai instrumen yang relevan dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Baca Juga: Koperasi Bangkit dari Pinggiran: 80 Ribu Koperasi Desa Disiapkan, Pemerintah Dorong Pelatihan Masif
Program ini juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden sebelumnya tentang pemberdayaan koperasi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi wilayah.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, target akhir tahun 2025 adalah memastikan seluruh 84.000-an desa dan kelurahan di Indonesia memiliki koperasi aktif dan berbadan hukum yang terintegrasi dengan sistem digital dan manajemen profesional.
Dalam laporan kepada DPR, Budi Arie juga menyebutkan bahwa proses verifikasi dan legalisasi SK badan hukum kini dilakukan dengan lebih cepat melalui digitalisasi sistem, sehingga memangkas birokrasi dan mempercepat pelaksanaan di lapangan.
Program Koperasi Merah Putih juga menjadi bagian dari strategi pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi, dengan prioritas pada ketahanan pangan, pembiayaan UMKM, serta distribusi logistik berbasis komunitas lokal.
Artikel Terkait
Viral! Anak Pedagang Es Keliling Diterima di ITB, Rumah Penuh Trofi Sejak SD
Menteri Agama Buka Peluang Haji dan Umrah Pakai Kapal Laut
Ketegangan Tarif AS dan Konflik Perbatasan Bayangi Pertemuan Menlu ASEAN di Malaysia
Penjualan Global Porsche Turun di Semester Pertama 2025, Pasar China Jadi Pemicu Utama
Mahkamah Agung AS Izinkan Trump Lanjutkan Rencana PHK Massal Pegawai Federal
Anggaran Boleh Naik, Tapi Keadilan Harus Ditegakkan: Seruan dari Timur Indonesia
Trump Serang Perdagangan Global Lewat Gelombang Tarif Baru, EU Berlomba Capai Kesepakatan
Investor Desak Tesla Segera Tetapkan Jadwal RUPS Tahunan, Soroti Kepemimpinan Elon Musk dan Penurunan Kinerja
Koperasi Bangkit dari Pinggiran: 80 Ribu Koperasi Desa Disiapkan, Pemerintah Dorong Pelatihan Masif
Roy Suryo Bongkar Fakta Baru Usai Gelar Perkara Ijazah Jokowi: "Ada yang Masih Tertutup