China Dorong Inovasi dan Kewaspadaan dalam Teknologi Mengemudi Cerdas Setelah Insiden Maut Xiaomi

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 7 Juli 2025 | 09:48 WIB
Seorang pengunjung mencoba sedan listrik SU7 yang dipamerkan di toko Xiaomi di Beijing, Tiongkok, pada 29 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS
Seorang pengunjung mencoba sedan listrik SU7 yang dipamerkan di toko Xiaomi di Beijing, Tiongkok, pada 29 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS

Pemerintah tengah mendorong adopsi sistem Level 3, yakni teknologi yang memungkinkan pengemudi melepas pandangan dari jalan dalam kondisi tertentu. Namun, rencana uji coba Level 3 yang dijalankan Changan ditunda pasca kecelakaan Xiaomi, meskipun diharapkan akan kembali dilanjutkan tahun ini. Targetnya: mobil Level 3 pertama di China diluncurkan pada 2026.

 

Untuk menyusun peraturan baru, otoritas menggandeng Dongfeng dan raksasa teknologi Huawei, serta membuka konsultasi publik selama sebulan yang berakhir Jumat ini.

Baca Juga: Otomotif Cina Melesat: Bagaimana Chery, BYD, dan Zeekr Menyalip GM, VW, dan Tesla

Huawei bahkan telah menguji sistem Level 3 sejauh lebih dari 600 juta kilometer secara simulasi dan siap meluncurkannya untuk jalan tol. Di pameran mobil Shanghai, perusahaan itu menampilkan video penumpang bernyanyi karaoke sementara mobil berjalan sendiri.

 

Zeekr, merek premium dari Geely, juga memperkenalkan SUV mewah Zeekr 9X dengan kemampuan Level 3 yang siap diproduksi massal pada kuartal ketiga jika diizinkan regulator.

 

Pasar Domestik Semakin Kompetitif

 

Pasar otomotif China yang sangat kompetitif menjadikan sistem bantuan mengemudi sebagai medan persaingan berikutnya. Fitur Level 2 kini umum dijumpai bahkan pada mobil murah, dengan lebih dari 60% mobil baru tahun ini diperkirakan sudah memiliki fitur ini, menurut riset Canalys.

 

Produsen terkemuka BYD bahkan menyematkan perangkat lunak mengemudi berbantuan “God’s Eye” secara gratis pada seluruh jajaran produknya.

Baca Juga: Rencana ETF Tesla Ditunda Usai Elon Musk Umumkan Pembentukan Partai Politik Baru

Namun, dalam mengejar teknologi canggih, China juga meningkatkan tanggung jawab hukum bagi produsen dan pemasok suku cadang jika terjadi kecelakaan akibat kegagalan sistem Level 3—sebuah pendekatan yang juga diadopsi Inggris tahun lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X