China Balas Larangan Uni Eropa dengan Pembatasan Impor Alat Medis Bernilai Tinggi

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 6 Juli 2025 | 21:11 WIB
Derek gantry berdiri di dekat kontainer pengiriman di Pelabuhan Yangshan di luar Shanghai, Tiongkok, pada 17 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS
Derek gantry berdiri di dekat kontainer pengiriman di Pelabuhan Yangshan di luar Shanghai, Tiongkok, pada 17 Juni 2025. Source FOTO: REUTERS

HONG KONG,METROSELEBES.COM-Pemerintah Tiongkok secara resmi memberlakukan pembatasan terhadap pembelian alat medis dari Uni Eropa oleh lembaga pemerintah, sebagai respons atas keputusan Brussels yang melarang perusahaan Tiongkok ikut serta dalam tender publik untuk alat kesehatan di wilayah Eropa. Seperti dikutip dari Reuters pada Minggu (06/07/2025).

Baca Juga: Persaingan Ketat Mobil Listrik China Guncang Thailand, Neta Terpuruk dan Produksi Lokal Terancam

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu, Kementerian Keuangan Tiongkok menyebutkan bahwa pembatasan ini akan berlaku untuk kontrak pengadaan alat medis dari UE yang bernilai lebih dari 45 juta yuan (sekitar $6,3 juta). Langkah ini dinilai sebagai balasan langsung atas kebijakan proteksionis terbaru Uni Eropa.

 

Ketegangan antara Beijing dan Brussels terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Uni Eropa baru-baru ini mengenakan tarif tambahan terhadap kendaraan listrik buatan Tiongkok, sementara Beijing membalas dengan tarif hingga 34,9% terhadap impor brandy dari Eropa, terutama jenis cognac asal Prancis.

 

Bulan lalu, Komisi Eropa mengumumkan bahwa perusahaan Tiongkok tidak akan lagi diizinkan ikut serta dalam tender publik alat medis Uni Eropa yang bernilai 60 miliar euro ($70 miliar) per tahun, dengan alasan kurangnya akses pasar yang adil bagi perusahaan UE di Tiongkok. Langkah ini merupakan penerapan pertama dari International Procurement Instrument yang disahkan pada tahun 2022, bertujuan menciptakan akses pasar yang setara secara timbal balik.

Baca Juga: Nissan Pertimbangkan Produksi EV Foxconn untuk Selamatkan Pabrik Oppama dari Penutupan

Kementerian Perdagangan Tiongkok, dalam pernyataan terpisah, menyayangkan kebijakan sepihak Eropa tersebut. “Sungguh disayangkan bahwa meskipun Tiongkok telah menunjukkan itikad baik dan kesungguhan, Uni Eropa tetap mengambil langkah-langkah pembatasan dan membangun penghalang proteksionis baru,” demikian bunyi pernyataan tersebut. “Oleh karena itu, Tiongkok tidak punya pilihan selain memberlakukan tindakan pembalasan yang setara.”

 

Selain itu, Tiongkok juga akan membatasi impor alat medis dari negara manapun yang komponennya berasal dari Uni Eropa dan mencakup lebih dari 50% dari nilai kontrak. Pembatasan ini mulai berlaku efektif per Minggu.

 

Namun, Kementerian Perdagangan menegaskan bahwa produk dari perusahaan-perusahaan Eropa yang beroperasi di dalam Tiongkok tidak akan terkena dampak dari kebijakan ini.

Baca Juga: Toyota Resmi Luncurkan Kembali Mobil Legendaris Kijang Super 2026, Inilah Keunggulan dan Fitur-Fiturnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X