MAKASSAR, METROSELEBES.COM – Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025 melalui PT Pos Indonesia (Persero).
Mekanisme pencairan BSU 2025 kali ini dilengkapi dengan tahapan digitalisasi melalui aplikasi Pospay dan Pos Giro Cash (PGC), guna mempercepat dan mempermudah proses distribusi dana kepada para pekerja penerima manfaat.
Proses pencairan BSU 2025 dibagi dalam 8 langkah penting yang wajib diikuti oleh penerima bantuan.
Pertama, penerima datang langsung ke kantor pos atau lokasi yang ditentukan dengan membawa dokumen identitas diri.
Setelah itu, penerima menunjukkan QR Code dari aplikasi Pospay kepada petugas atau juru bayar. Langkah berikutnya, juru bayar memindai QR Code dengan aplikasi Pos Giro Cash dan memverifikasi data serta identitas fisik penerima BSU melalui e-KTP asli.
Jika proses validasi berhasil, juru bayar akan mengambil foto penerima sebagai bukti pencairan. Penerima kemudian menandatangani kuitansi di hadapan juru bayar dan menerima uang tunai BSU.
Baca Juga: Nurmala Kartini Jadi Calon Dubes Jepang, Pernah Berkiprah di Tiga Negara Amerika Selatan
Langkah terakhir adalah aktivasi akun Pospay dengan melengkapi username, password, dan PIN.
Aktivasi ini bertujuan agar penerima bisa menerima bantuan selanjutnya secara digital dan melakukan transaksi lainnya dengan aman dan praktis.
Menurut Kemnaker, penyaluran BSU 2025 melalui PT Pos Indonesia ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses bantuan bagi pekerja yang belum memiliki rekening bank aktif.
Baca Juga: Mobil Dashing Tawarkan Fitur Canggih dan Keunggulan Teknis yang Jarang Ditemui di Kelasnya
Sistem ini juga dinilai lebih fleksibel dan menjangkau pekerja di wilayah terpencil yang belum terlayani layanan perbankan.
Data dari Kemnaker menyebutkan bahwa tahun 2024 lalu, BSU telah tersalurkan kepada lebih dari 7,8 juta pekerja di seluruh Indonesia.
Artikel Terkait
Buah Nusantara Buah Yang Mengandung Antioksidan Tinggi
China Balas Larangan Uni Eropa dengan Pembatasan Impor Alat Medis Bernilai Tinggi
BRICS Tunjukkan Kekuatan Baru di Rio: Serukan Reformasi Tata Dunia dan Kritik Proteksionisme AS
Rencana ETF Tesla Ditunda Usai Elon Musk Umumkan Pembentukan Partai Politik Baru
Otomotif Cina Melesat: Bagaimana Chery, BYD, dan Zeekr Menyalip GM, VW, dan Tesla
Khamenei Muncul di Hadapan Publik Usai Perang Udara Iran-Israel, Tegaskan Iran Tak Akan Menyerah
Sekkot Palu Buka Konferensi PGRI 2025, Tekankan Peran Strategis Guru dan Tata Kelola Dana BOS
Mobil Dashing Tawarkan Fitur Canggih dan Keunggulan Teknis yang Jarang Ditemui di Kelasnya
Nurmala Kartini Jadi Calon Dubes Jepang, Pernah Berkiprah di Tiga Negara Amerika Selatan
Trump Serang Elon Musk: Partai Baru ‘Konyol’, Penunjukan NASA Bermasalah, dan Ancaman Cabut Kontrak Tesla