BRICS Tunjukkan Kekuatan Baru di Rio: Serukan Reformasi Tata Dunia dan Kritik Proteksionisme AS

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Minggu, 6 Juli 2025 | 21:26 WIB
Menteri Keuangan Brasil Fernando Haddad berdiri di samping Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang selama pertemuan bilateral, menjelang KTT BRICS, di Rio de Janeiro, Brasil, 5 Juli 2025. Source FOTO: REUTERS
Menteri Keuangan Brasil Fernando Haddad berdiri di samping Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang selama pertemuan bilateral, menjelang KTT BRICS, di Rio de Janeiro, Brasil, 5 Juli 2025. Source FOTO: REUTERS

RIO DE JANEIRO,METROSELEBES.COM-Para pemimpin negara-negara BRICS berkumpul di Rio de Janeiro pada Minggu untuk menghadiri KTT BRICS yang semakin meluas, membawa pesan kuat: reformasi lembaga-lembaga global yang didominasi Barat dan penguatan multilateralisme di tengah ketegangan geopolitik global. Seperti dikutip dari Reuters pada Minggu (06/07/2025).

Baca Juga: China Balas Larangan Uni Eropa dengan Pembatasan Impor Alat Medis Bernilai Tinggi

Pertemuan yang digelar di Museum Seni Modern Rio ini menjadi momentum penting bagi BRICS—kelompok negara berkembang yang kini mencakup lebih dari separuh populasi dunia dan sekitar 40% dari total output ekonomi global. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyampaikan bahwa dalam era kembalinya proteksionisme dan ketegangan geopolitik, negara-negara berkembang harus menjadi garda depan dalam mempertahankan sistem perdagangan multilateral dan mendorong reformasi arsitektur keuangan internasional.

 

“Kebangkitan proteksionisme harus dijawab dengan solidaritas negara-negara berkembang untuk membela tatanan perdagangan global dan memperjuangkan reformasi lembaga keuangan dunia,” ujar Lula dalam forum bisnis BRICS sehari sebelumnya.

Baca Juga: Buah Nusantara Buah Yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Ekspansi BRICS dan Dinamika Baru

 

Didirikan pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok, BRICS kemudian menambahkan Afrika Selatan dan pada tahun lalu menyambut anggota baru: Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. KTT tahun ini menjadi yang pertama bagi Indonesia sebagai anggota penuh.

 

“Ruang yang ditinggalkan kekuatan global lain kini dengan cepat diisi oleh BRICS,” ujar seorang diplomat Brasil yang enggan disebut namanya. Meskipun G7 masih menyimpan kekuatan besar, dominasi mereka tidak lagi mutlak, tambahnya.

 

Namun, pertumbuhan keanggotaan ini juga membawa tantangan tersendiri. Perbedaan pandangan di antara negara-negara anggota—termasuk yang merupakan rival regional—memicu perdebatan sengit di balik layar, terutama terkait isu-isu sensitif seperti konflik Gaza, ketegangan Iran-Israel, serta reformasi Dewan Keamanan PBB.

Baca Juga: Persaingan Ketat Mobil Listrik China Guncang Thailand, Neta Terpuruk dan Produksi Lokal Terancam

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X