SHENZHEN,METROSELEBES.COM-Dalam waktu kurang dari dua dekade, raksasa-raksasa otomotif dunia seperti General Motors, Volkswagen, dan Tesla kini harus menghadapi kenyataan pahit: dominasi mereka di pasar otomotif global mulai digeser oleh para pesaing dari Tiongkok. Merek-merek seperti Chery, BYD, dan Zeekr bukan hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga dengan cepat menancapkan kuku di pasar internasional – berkat satu keunggulan utama: kecepatan produksi yang luar biasa. Seperti dikutip dari Reuters pada Minggu (06/07/2025).
Baca Juga: Rencana ETF Tesla Ditunda Usai Elon Musk Umumkan Pembentukan Partai Politik Baru
Salah satu contoh paling mencolok datang dari Chery, pabrikan asal Wuhu, yang pada Oktober 2023 menginstruksikan para insinyurnya untuk melakukan perombakan sistem suspensi dan kemudi pada SUV Omoda 5 versi Eropa. Dalam waktu hanya enam minggu, mobil itu sudah dikirim ke dealer di Eropa lengkap dengan modifikasi besar – sesuatu yang dianggap mustahil bagi pabrikan Eropa yang biasanya memerlukan lebih dari setahun untuk revisi serupa.
"Anda bisa lupakan kecepatan seperti ini di perusahaan otomotif Eropa," kata Riccardo Tonelli, pakar dinamika kendaraan senior Chery. Ia sebelumnya bekerja di perusahaan mobil Italia dan pabrikan ban Korea.
Kecepatan luar biasa ini bukan hanya berlaku di Chery. BYD – kini menjadi produsen mobil terbesar di Tiongkok – juga dikenal memiliki siklus pengembangan kendaraan yang sangat cepat, kadang hanya 18 bulan untuk model baru. Angka ini jauh lebih cepat dibanding rata-rata global yang berkisar lima tahun untuk mobil baru, atau bahkan satu dekade untuk kendaraan jenis pickup.
Revolusi di Pabrik, Perubahan di Dunia
BYD bahkan mampu meluncurkan lebih dari 40 model mobil baru dan 139 penyegaran produk hanya dalam waktu empat tahun terakhir. Sebagai perbandingan, Tesla hanya memiliki lima model – dua di antaranya mendominasi penjualan – dengan peluncuran besar terakhir yaitu Model Y pada 2020.
Keunggulan lain BYD adalah kontrol penuh atas rantai pasok. Mobil listrik Seal BYD mengandung 75% komponen buatan sendiri, jauh lebih tinggi dibandingkan Tesla Model 3 (46%) dan VW ID.3 (35%). Ini membuat pengembangan lebih cepat, biaya lebih rendah, dan inovasi lebih fleksibel.
Artikel Terkait
Wakil Wali Kota Palu Hadiri Munas Transformasi Forwakada Jadi ASWAKADA di Yogyakarta
Bantah Gunakan Surat Kementerian Untuk Plesiran Istri, Menteri Maman: Saya Tak Pernah Perintahkan!
Seorang Dosen Wanita Dilaporkan Suami karena Dugaan Perselingkuhan, Klaim Temukan Bukti Foto dan Video Dewasa di HP Sang Dosen
Toyota Resmi Luncurkan Kembali Mobil Legendaris Kijang Super 2026, Inilah Keunggulan dan Fitur-Fiturnya
Nissan Pertimbangkan Produksi EV Foxconn untuk Selamatkan Pabrik Oppama dari Penutupan
Persaingan Ketat Mobil Listrik China Guncang Thailand, Neta Terpuruk dan Produksi Lokal Terancam
Buah Nusantara Buah Yang Mengandung Antioksidan Tinggi
China Balas Larangan Uni Eropa dengan Pembatasan Impor Alat Medis Bernilai Tinggi
BRICS Tunjukkan Kekuatan Baru di Rio: Serukan Reformasi Tata Dunia dan Kritik Proteksionisme AS
Rencana ETF Tesla Ditunda Usai Elon Musk Umumkan Pembentukan Partai Politik Baru