Zelenskiy Tegaskan Ukraina Tak Akan Serahkan Wilayah, Jelang Pertemuan Trump–Putin di Alaska

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 19:03 WIB
FOTO ARSIP: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbincang saat sesi foto bersama pada KTT APEC di Danang, Vietnam, 11 November 2017. Source FOTO: REUTERS
FOTO ARSIP: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbincang saat sesi foto bersama pada KTT APEC di Danang, Vietnam, 11 November 2017. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada 15 Agustus di Alaska untuk membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina. Pertemuan ini menjadi sorotan karena digelar di tengah spekulasi adanya kesepakatan gencatan senjata yang dapat melibatkan pertukaran wilayah. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (09/08/2025).

Baca Juga: Romantis di Tempat Salah, Sepasang Kekasih Digerebek Saat Mesum di TPU Kebon Nanas

Trump, melalui media sosial pada Jumat, menyebut bahwa pihak-pihak terkait, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, “hampir mencapai” kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik tiga setengah tahun tersebut. Di Gedung Putih, Trump mengisyaratkan kemungkinan “pertukaran wilayah demi keuntungan bersama.”

 

Namun, Zelenskiy menegaskan pada Sabtu bahwa Ukraina tidak akan melanggar konstitusi terkait masalah teritorial. “Rakyat Ukraina tidak akan menghadiahkan tanah mereka kepada penjajah,” ujarnya dalam pernyataan di Telegram. Ia juga menekankan bahwa keputusan yang diambil tanpa Ukraina adalah keputusan yang “mati sejak awal” dan tidak akan membawa perdamaian sejati.

 

Kremlin mengonfirmasi pertemuan puncak ini. Penasihat Putin, Yuri Ushakov, mengatakan pembicaraan akan difokuskan pada opsi penyelesaian damai jangka panjang untuk krisis Ukraina. “Proses ini akan sulit, tetapi kami akan berpartisipasi secara aktif,” katanya.

Baca Juga: Wakil Ketua MPR RI Minta Kasus Kematian Prada Lucky Diusut Adil Dan Transparan

Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa pejabat AS dan Rusia tengah merancang kesepakatan yang akan mengakui pendudukan Rusia atas wilayah yang direbut selama invasi. Namun, Gedung Putih menyebut laporan tersebut hanya spekulasi. Rusia saat ini mengklaim empat wilayah Ukraina—Luhansk, Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson—serta Semenanjung Krimea yang dianeksasi pada 2014, meski belum menguasai sepenuhnya.

 

Menurut mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, Tyson Barker, proposal seperti yang dilaporkan Bloomberg akan langsung ditolak Ukraina. “Yang bisa dilakukan Ukraina adalah tetap teguh pada syarat-syaratnya sambil menunjukkan apresiasi atas dukungan Amerika,” kata Barker.

 

Di sisi lain, hubungan Trump dan Putin tampak fluktuatif sejak Trump kembali ke Gedung Putih. Meski kerap memuji Putin, Trump juga tak segan mengkritiknya, bahkan mengancam memberlakukan sanksi dan tarif baru jika Rusia tak menghentikan serangan militernya. Pekan ini, AS telah menjatuhkan tarif tambahan 25% terhadap barang dari India atas pembelian minyak Rusia—sanksi finansial pertama yang menargetkan pelanggan minyak Moskow di masa jabatan kedua Trump.

Baca Juga: Trump Perantarai Kesepakatan Damai Bersejarah Armenia–Azerbaijan, AS Dapatkan Hak Eksklusif Koridor Strategis

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X