HONG KONG/TAIPEI,METROSELEBES.COM-Sebuah latihan simulasi yang digelar di Singapura mengungkap peran krusial negara tersebut dalam skenario darurat jika Taiwan diblokade militer oleh Tiongkok. Dalam simulasi itu, Singapura muncul sebagai kunci keberhasilan evakuasi besar-besaran warga Asia Tenggara yang terjebak di pulau tersebut. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (09/08/2025).
Baca Juga: Jaga Penampilan Tetap On Point, Ini Jenis Lipstik yang Cocok untuk Bibir Hitam
Latihan yang digelar selama dua hari pada April lalu di sebuah hotel di Singapura ini melibatkan sekitar 40 peserta dan pengamat, terdiri dari pejabat aktif dan pensiunan, perwira militer, serta pakar keamanan Asia-Pasifik. Mereka diminta merespons situasi darurat ketika pasukan Tiongkok menutup akses udara dan laut Taiwan, memutus jalur keluar bagi sekitar 1 juta warga asing — 94% di antaranya berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Vietnam, dan Filipina.
Dalam permainan perang tersebut, sebagian peserta mencoba mencari solusi bersama lewat ASEAN, sementara yang lain bernegosiasi dengan perwakilan simulasi dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang untuk membuka koridor udara atau laut khusus. Namun, hasil akhirnya menunjukkan bahwa evakuasi skala besar hanya mungkin dilakukan lewat operasi udara Singapura.
“Tidak ada pergerakan signifikan sampai Singapura turun tangan di detik-detik terakhir,” ujar salah satu peserta. Menurutnya, Singapura memanfaatkan akses militer yang telah lama dimilikinya di Taiwan, termasuk penggunaan lapangan udara dan armada pesawat. Meski begitu, simulasi berakhir sebelum membahas detail kesepakatan Singapura dengan Tiongkok untuk menembus blokade tersebut.
Baca Juga: Satreskrim Polres Morowali Utara Tangkap Pelaku Dugaan Penggelapan Rp1,8 M Hasil Ganti Rugi Lahan
Latihan ini diorganisir oleh International Institute for Strategic Studies (IISS) yang berbasis di London. Meski tidak mencerminkan kebijakan resmi, simulasi tersebut meniru posisi sembilan negara, termasuk Singapura, Tiongkok, Taiwan, Amerika Serikat, Indonesia, Vietnam, dan Filipina.
Kementerian Pertahanan Singapura membantah keterlibatan resmi dalam latihan ini, sementara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menegaskan penolakannya terhadap negara mana pun yang memiliki hubungan diplomatik dengannya menjalin kerja sama militer dengan Taiwan.
Singapura diketahui memiliki hubungan militer tak resmi dengan Taiwan sejak 1975 melalui “Project Starlight”, yang memungkinkan rotasi hingga 3.000 personel setiap tahun untuk latihan di tiga kamp di wilayah selatan Taiwan. Kondisi geografis di sana dianggap mirip dengan Semenanjung Malaya dan memberikan Singapura posisi strategis untuk memantau Selat Taiwan serta Laut Cina Selatan bagian utara.
Artikel Terkait
Jerit Emosi Ayah Korban: TNI Diminta Kembali ke Jalur Kehormatan
Tangis dan Amarah Ayah Prada Lucky: Seragam Tak Lagi Suci Jika Pelaku Tak Dihukum Mati
Sadis! Suami Hajar Istri di Pinggir Jalan, Warga Hanya Menonton
Ditlantas Polda Sulteng Gelar Polantas Menyapa, Meriahkan HUT Ke-80 RI Dengan Berbagi Dan Pasangkan Bendera Merah Putih
Viral, Kisah Wanita Turunkan BB 38 Kg Hanya Dengan Metode Jalan Kaki 6-6-6
Jawab Kelakar Prabowo Soal PSI Atau Gerindra, Budi Arie Tegaskan Siap Ikuti Perintah Presiden
Berbagi Pengalaman, Raffi Ahmad Bagikan Tips Merintis Usaha: Harus Siap Capek Dan Mulai Dari Bawah
Pemerintah Percepat Operasi Pasar Dan Tindak Tegas Pengoplos Beras, Menko Pangan: Masyarakat Tak Usah Khawatir
Satreskrim Polres Morowali Utara Tangkap Pelaku Dugaan Penggelapan Rp1,8 M Hasil Ganti Rugi Lahan
Jaga Penampilan Tetap On Point, Ini Jenis Lipstik yang Cocok untuk Bibir Hitam