Jerit Emosi Ayah Korban: TNI Diminta Kembali ke Jalur Kehormatan

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Jumat, 8 Agustus 2025 | 20:53 WIB
Duka mendalam menyelimuti keluarga Serma Chrestian Namo setelah anaknya, Prada Lucky Chepril Saputra Namo, dilaporkan meninggal dunia akibat pemukulan. (Tangkap layar vidio fb Daeng Tinggi Tammo)
Duka mendalam menyelimuti keluarga Serma Chrestian Namo setelah anaknya, Prada Lucky Chepril Saputra Namo, dilaporkan meninggal dunia akibat pemukulan. (Tangkap layar vidio fb Daeng Tinggi Tammo)

 

MBAY, METROSELEBES.COM – Duka mendalam menyelimuti keluarga Serma Chrestian Namo setelah anaknya, Prada Lucky Chepril Saputra Namo, dilaporkan meninggal dunia akibat pemukulan.

Peristiwa tragis ini terjadi di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan menyulut emosi serta kritik tajam dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk dari keluarga korban sendiri.

Dalam pernyataan emosional yang viral di media sosial, ayah korban, Serma Chrestian Namo yang juga menjabat sebagai PLT Danramil 1627-02 Pantai Biru, secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap sistem dan moralitas sebagian anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Baca Juga: Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Antar Dua ASN Pemkot Palu Magang di Itjen Kemendagri

Ia menuntut keadilan atas kematian anaknya, dan mengungkap bahwa tindakan tidak manusiawi seperti ini tidak hanya merenggut nyawa, tapi juga menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang seharusnya menjadi pelindung rakyat.

Kata "kehormatan" yang selama ini identik dengan institusi TNI, menjadi sorotan dalam insiden ini.

Banyak warganet mempertanyakan apakah institusi sebesar TNI masih menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut.

Baca Juga: Diduga Karena Cemburu Buta, Suami Rela Bakar Istri Hidup - Hidup di Mamboro, Kota Palu

Seperti yang diungkap akun Topik Hidayat, "Anak tentara saja dianiaya sampai hilang nyawanya, wajar kalau bapaknya emosi.

" Komentar tersebut mencerminkan trauma kolektif dan kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan anak-anak muda yang bergabung dalam institusi militer.

Sementara itu, komentar dari netizen bernama Denny Saputra memicu diskusi panas. Ia menilai keberadaan TNI saat ini dinilai lebih sering menyulitkan masyarakat ketimbang melindungi mereka, merujuk pada praktik pungli yang disebutkan terjadi di perbatasan Entikong, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih, Pilar Baru Kedaulatan Ekonomi Rakyat dari Pinggiran

“Sudah seperti preman berseragam… bikin malu bangsa dan negara NKRI saja,” tulisnya. Komentar ini menuai respons beragam dari pengguna media sosial lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X