JAKARTA, METROSELEBES.COM – Duka mendalam menyelimuti keluarga Prada Lucky CS. Namo, prajurit muda yang gugur dalam tugas.
Di tengah suasana haru saat jenazah tiba di Bandara melalui kargo militer, sang ayah mengeluarkan pernyataan tegas penuh emosi.
Ia menuntut keadilan yang setimpal atas kematian anaknya.
Baca Juga: Jerit Emosi Ayah Korban: TNI Diminta Kembali ke Jalur Kehormatan
Dalam video yang beredar luas di media sosial, sang ayah dengan suara bergetar namun penuh ketegasan menyatakan bahwa hukuman yang layak bagi pelaku hanyalah dua: hukuman mati dan pemecatan dari institusi militer. "Jangan ada ampun, jika tidak, seragam ini tidak lagi suci," katanya, sembari dikelilingi para personel TNI yang juga terlihat terpukul.
Prada Lucky diketahui menjadi korban dalam insiden kekerasan yang diduga terjadi di lingkungan militer.
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari Mabes TNI terkait identitas pelaku dan motif kejadian, namun publik sudah dihebohkan dengan banyaknya video dan kesaksian yang beredar.
Baca Juga: Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Antar Dua ASN Pemkot Palu Magang di Itjen Kemendagri
Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie, dalam wawancara sebelumnya menekankan bahwa reformasi budaya di tubuh militer adalah mutlak.
"Jika benar Prada Lucky adalah korban kekerasan dari sesama anggota, maka ini bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga pelanggaran nilai kehormatan tentara," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data dari Komnas HAM, selama lima tahun terakhir tercatat lebih dari 35 kasus kekerasan internal dalam institusi militer, dengan 60 persen korbannya adalah prajurit muda.
Baca Juga: Diduga Karena Cemburu Buta, Suami Rela Bakar Istri Hidup - Hidup di Mamboro, Kota Palu
Pernyataan “hukuman mati dan pemecatan dari tentara” yang disampaikan sang ayah kini menjadi sorotan publik dan memicu gerakan solidaritas dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis HAM, organisasi kepemudaan, hingga sesama prajurit.
Artikel Terkait
Merah Putih Jadi Simbol Koperasi Desa: Pemerintah Satukan Regulasi Pembiayaan Kopdes/Kel
Tragedi Diam di Perbatasan Gaza: 22 Ribu Kontainer Logistik Mengantre, Perut Rakyat Tetap Kosong
Sadis! Pencurian Ternak di Palu, Sapi Dimutilasi di Lokasi Kejadian
Dorong Kemandirian Energi, Koperasi Merah Putih Ditetapkan Jadi Pangkalan Resmi LPG 3 Kg
Kopdes Merah Putih Jadi Senjata Baru Tumpas Kemiskinan Desa"
Evaluasi 10 Bulan Pemerintahan Prabowo: Soliditas Kabinet Merah Putih Tuai Apresiasi
Koperasi Desa Merah Putih, Pilar Baru Kedaulatan Ekonomi Rakyat dari Pinggiran
Diduga Karena Cemburu Buta, Suami Rela Bakar Istri Hidup - Hidup di Mamboro, Kota Palu
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Antar Dua ASN Pemkot Palu Magang di Itjen Kemendagri
Jerit Emosi Ayah Korban: TNI Diminta Kembali ke Jalur Kehormatan