Sementara itu, indeks saham utama Thailand (.SETI) jatuh hingga 2,4% pada Kamis pagi, menyentuh level terendah sejak April, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap ketidakstabilan politik.
Permintaan Maaf dan Seruan Persatuan
Paetongtarn belum memberi komentar terkait keluarnya Bhumjaithai, namun ia terlihat memasuki kantor pemerintahan di bawah pengamanan ketat, di tengah antisipasi protes publik.
Dalam konferensi pers bersama pejabat tinggi keamanan nasional, termasuk Menteri Pertahanan dan Panglima Angkatan Bersenjata, Paetongtarn menyampaikan permintaan maaf atas kebocoran rekaman. Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap militer.
"Kita tidak punya waktu untuk bertengkar di antara kita sendiri. Kita harus melindungi kedaulatan negara. Pemerintah siap mendukung militer dengan segala cara," ujarnya.
Baca Juga: Bocoran Telepon Rahasia Bongkar Retaknya Hubungan Thailand-Kamboja
Seruan untuk Pemilu Baru
Tekanan dari oposisi pun menguat. Partai Rakyat, kelanjutan dari Move Forward Party yang dibubarkan oleh pengadilan tahun lalu, menyerukan pembubaran parlemen dan pemilu baru.
"Percakapan yang bocor kemarin adalah titik puncak," kata pemimpin Partai Rakyat, Natthaphong Ruengpanyawut. "Saya ingin perdana menteri membubarkan parlemen. Rakyat ingin pemerintah yang sah dan benar-benar berasal dari proses demokrasi."
Artikel Terkait
Panggilan Luhur Dokter Muda: Internsip Kemenkes 2025 Siap Cetak Tenaga Kesehatan Tangguh
Pemerintah Bangun Sekolah Modern di Malaysia Demi Anak-Anak Indonesia
Sberbank Siap Luncurkan GigaChat Versi Terbaru dengan Kemampuan Berpikir Logis
Maluku Rampungkan 100 Persen Kopdes Merah Putih, Wamenkop Targetkan Ekosistem Pala-Cengkeh dan Perikanan Bangkit Lewat Koperasi
Pertemuan Langka: Panglima Militer Pakistan Temui Trump di Gedung Putih Usai Ketegangan dengan India Mereda
Bocoran Telepon Rahasia Bongkar Retaknya Hubungan Thailand-Kamboja
Tamanmartani Tumbuh Jadi Role Model Koperasi Berbasis Potensi Lokal
Menteri Sosial Gus Ipul Bongkar 1,3 Juta Rekening Bansos Gagal Salur, Ini Penyebabnya
Belanda dan Indonesia Satukan Teknologi dan Inovasi, Dorong Lompatan Besar di Sektor Pertanian Berkelanjutan
BSU 2025 Kembali Cair! Tenaga Kerja Siap Terima Rp600 Ribu Sekaligus