ST. PETERSBURG,METROSELEBES-Sberbank, bank terbesar di Rusia, tengah bersiap meluncurkan versi terbaru dari model bahasa besar (LLM) andalannya, GigaChat, yang kini dibekali dengan kemampuan penalaran logis atau reasoning. Hal ini diungkapkan oleh Wakil CEO Pertama Sberbank, Alexander Vedyakhin, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Reuters. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (18/06/2025).
Baca Juga: Villeroy Desak Uni Eropa Bentuk Komunitas AI dan Tetapkan Tenggat Waktu Demi Kedaulatan Finansial
"Dalam waktu dekat, kami akan merilis model baru. GigaChat kami akan memiliki fungsi penalaran, artinya ia akan mampu melakukan riset ilmiah," kata Vedyakhin. Ia menambahkan bahwa versi beta dari model tersebut saat ini sudah menjalani tahap uji coba.
Model bahasa dengan kemampuan penalaran dinilai sebagai terobosan penting dalam dunia kecerdasan buatan, karena mampu menyelesaikan tugas-tugas kompleks, termasuk dalam bidang sains, pemrograman, dan matematika — jauh melampaui generasi sebelumnya. Pemimpin pasar global OpenAI sendiri telah meluncurkan model serupa pada September tahun lalu.
Meski mengakui bahwa Rusia masih tertinggal sekitar enam hingga sembilan bulan dari pemimpin AI dunia seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, Vedyakhin menekankan bahwa adaptasi bahasa yang baik, performa stabil, serta penggunaan server cloud domestik menjadikan GigaChat sebagai pilihan utama bagi banyak klien korporat di Rusia.
Hingga kini, tercatat sekitar 15.000 perusahaan di Rusia telah menggunakan GigaChat untuk berbagai kebutuhan bisnis dan teknologi. Sementara itu, pesaing utama Sberbank di ranah AI dalam negeri, Yandex, juga menyatakan bahwa mesin pencarinya kini telah dilengkapi kemampuan penalaran sejak Mei lalu.
Baca Juga: China Dorong Yuan Digital dan Sistem Mata Uang Multipolar untuk Tantang Dominasi Dolar
Peluncuran GigaChat versi terbaru ini menandai langkah signifikan dalam ambisi Rusia untuk mengejar ketertinggalan di bidang AI global, sekaligus memperkuat kemandirian teknologi dalam negeri di tengah tekanan geopolitik dan isolasi teknologi dari Barat.
Artikel Terkait
Tokyo Gas Pantau Konflik Iran-Israel, Siap Tambah Impor LNG dari AS
China Dorong Yuan Digital dan Sistem Mata Uang Multipolar untuk Tantang Dominasi Dolar
Empat Pulau Ditetapkan Masuk Wilayah Aceh, Ini Langkah Strategis Pemerintah
Aliansi Hijau Indonesia-Singapura: Transfer Teknologi Pertanian Modern dan Penguatan Ketahanan Pangan
Tarik Ulur Bitcoin: Produsen Mesin Tambang Asal Tiongkok Bangun Pabrik di AS untuk Hindari Tarif Trump
Terobosan Gaji Hakim Muda: Prabowo Naikkan Hingga 280%, Fondasi Baru Keadilan Indonesia
Villeroy Desak Uni Eropa Bentuk Komunitas AI dan Tetapkan Tenggat Waktu Demi Kedaulatan Finansial
Kepala Sekolah Rakyat Terpilih Jalani Retret Pembekalan, Gus Ipul Tekankan Misi Hati Nurani
Panggilan Luhur Dokter Muda: Internsip Kemenkes 2025 Siap Cetak Tenaga Kesehatan Tangguh
Pemerintah Bangun Sekolah Modern di Malaysia Demi Anak-Anak Indonesia