Pertemuan Langka: Panglima Militer Pakistan Temui Trump di Gedung Putih Usai Ketegangan dengan India Mereda

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 19 Juni 2025 | 00:19 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, memegang mikrofon saat kunjungannya ke Tilla Field Firing Ranges (TFFR) untuk menyaksikan Latihan Hammer Strike, sebuah latihan lapangan intensitas tinggi. Source FOTO: REUTERS
Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, memegang mikrofon saat kunjungannya ke Tilla Field Firing Ranges (TFFR) untuk menyaksikan Latihan Hammer Strike, sebuah latihan lapangan intensitas tinggi. Source FOTO: REUTERS

WASHINGTON/ISLAMABAD,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan makan siang dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, di Gedung Putih pada hari Rabu. Pertemuan ini menjadi sorotan karena sangat jarang seorang pemimpin militer Pakistan bertemu langsung dengan presiden AS dalam forum tertutup.

Baca Juga: Pemerintah Bangun Sekolah Modern di Malaysia Demi Anak-Anak Indonesia

Agenda resmi Trump mencantumkan pertemuan ini, meski tidak ada keterangan dari Kementerian Luar Negeri Pakistan maupun Divisi Media Militer terkait isi pembicaraan atau tujuan strategis dari pertemuan tersebut. Makan siang ini digelar secara tertutup tanpa akses media, memunculkan berbagai spekulasi mengenai isu-isu yang akan dibahas.

 

Pertemuan ini berlangsung tidak lama setelah meredanya konflik bersenjata terburuk dalam beberapa dekade terakhir antara Pakistan dan India—dua negara bersenjata nuklir di Asia Selatan. Trump sebelumnya mengklaim bahwa pihaknya berperan dalam memediasi ketegangan tersebut. Dalam pernyataannya bulan lalu, Trump menyebut bahwa Washington mendorong kedua negara untuk fokus pada perdagangan, bukan peperangan, yang kemudian berujung pada kesepakatan gencatan senjata.

Baca Juga: Sberbank Siap Luncurkan GigaChat Versi Terbaru dengan Kemampuan Berpikir Logis

Namun, klaim tersebut dibantah oleh Perdana Menteri India Narendra Modi, yang menegaskan kepada Trump bahwa kesepakatan gencatan senjata dicapai melalui pembicaraan langsung antara militer India dan Pakistan tanpa campur tangan pihak ketiga. Meski demikian, Pakistan secara terbuka telah menyampaikan terima kasih atas peran mediasi Amerika Serikat dalam upaya meredakan konflik.

 

Militer memegang peran sangat dominan dalam sejarah politik Pakistan. Sejak negara itu merdeka pada tahun 1947, militer telah menguasai pemerintahan selama lebih dari tiga dekade dan tetap menjadi kekuatan yang berpengaruh meski pemerintahan sipil sedang menjabat.

Baca Juga: Tarik Ulur Bitcoin: Produsen Mesin Tambang Asal Tiongkok Bangun Pabrik di AS untuk Hindari Tarif Trump

Pertemuan antara Trump dan Jenderal Asim Munir ini berpotensi memicu kekhawatiran dari pihak India, yang memandang hubungan strategis antara Washington dan Islamabad dengan penuh kewaspadaan, terlebih di tengah ketegangan yang masih membayangi wilayah tersebut.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X