JAKARTA, METROSELEBES.COM - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul memastikan proses penyaluran bantuan sosial (bansos) dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Dalam keterangannya, Gus Ipul mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari 1,3 juta rekening milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tercatat gagal salur.
Faktor utama penyebab gagalnya penyaluran bansos ini antara lain adalah rekening yang tidak aktif, perbedaan data administrasi, serta dugaan adanya ketidaksesuaian informasi penerima.
Baca Juga: Bantuan PKH Diperbarui, Ribuan Keluarga Tak Lagi Terima Dana Sosial
Dari total 7,99 juta lebih KPM yang terdaftar, angka rekening bermasalah ini cukup signifikan sehingga memerlukan penanganan serius.
Saat ini, Kementerian Sosial (Kemensos) berkoordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menindaklanjuti setiap kasus agar penyaluran bansos tepat sasaran.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk ikut mengawal proses penyaluran bansos melalui aplikasi Cek Bansos, serta berkoordinasi dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial, atau BPS di daerah masing-masing.
Baca Juga: Stimulus Sosial Dipertebal, Harapan Mandiri Rakyat Meningkat Tajam
Berdasarkan data Kemensos, pada 2024 pemerintah mengalokasikan anggaran bansos sebesar Rp 496 triliun yang mencakup berbagai program, termasuk PKH dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Keberhasilan penyaluran bansos ini sangat penting untuk mendukung ketahanan sosial masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dalam tahap pemulihan pasca pandemi.***
Artikel Terkait
Terobosan Gaji Hakim Muda: Prabowo Naikkan Hingga 280%, Fondasi Baru Keadilan Indonesia
Villeroy Desak Uni Eropa Bentuk Komunitas AI dan Tetapkan Tenggat Waktu Demi Kedaulatan Finansial
Kepala Sekolah Rakyat Terpilih Jalani Retret Pembekalan, Gus Ipul Tekankan Misi Hati Nurani
Panggilan Luhur Dokter Muda: Internsip Kemenkes 2025 Siap Cetak Tenaga Kesehatan Tangguh
Pemerintah Bangun Sekolah Modern di Malaysia Demi Anak-Anak Indonesia
Sberbank Siap Luncurkan GigaChat Versi Terbaru dengan Kemampuan Berpikir Logis
Maluku Rampungkan 100 Persen Kopdes Merah Putih, Wamenkop Targetkan Ekosistem Pala-Cengkeh dan Perikanan Bangkit Lewat Koperasi
Pertemuan Langka: Panglima Militer Pakistan Temui Trump di Gedung Putih Usai Ketegangan dengan India Mereda
Bocoran Telepon Rahasia Bongkar Retaknya Hubungan Thailand-Kamboja
Tamanmartani Tumbuh Jadi Role Model Koperasi Berbasis Potensi Lokal