Deklarasi dan MoU Lawan TPPO, Target 10.000 Pekerja Migran Legal!

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Rabu, 11 Juni 2025 | 21:06 WIB
Gubernur Sulteng Anwar Hafid bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mendeklarasikan perang terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),  (Instagram abdulkadirkarding)
Gubernur Sulteng Anwar Hafid bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mendeklarasikan perang terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), (Instagram abdulkadirkarding)

 

PALU, METROSELEBES.COM – Di Gedung Gelora Bumi Kaktus (GBK) Palu, Selasa (10/6), Gubernur Sulteng Anwar Hafid bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mendeklarasikan perang terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), menyusul penandatanganan MoU anti-TPPO dengan lima kabupaten/kota.

Tema ini langsung ditautkan ke upaya melawan TPPO yang mengancam pekerja migran daerah .

Menteri Karding menegaskan bahwa sekitar 95–97 % korban kekerasan dan eksploitasi adalah mereka yang berangkat melalui jalur ilegal, seperti calo .

Baca Juga: Filantropi Militer: Menelusuri Jejak Kemanusiaan D.I. Pandjaitan di Tengah Dinamika Patriotisme Kontemporer

Untuk itu deklarasi ini juga mengusung target pemberangkatan 10.000 TKI resmi dari Sulteng, melalui peningkatan akses legal dan keterampilan.

Menteri Karding menekankan bahwa jalur non-prosedural membuat pekerja sulit dilindungi negara .

Langkah ini diperkuat oleh dukungan Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng, yang siap memberikan edukasi hukum dan regulasi untuk membendung praktik ilegal dan penempatan migran secara tidak resmi.

Di sisi keamanan, Kapolda menggalang sinergi bersama TNI, OPD, dan aparat desa dengan membentuk Satgas harian yang melaporkan setiap perkembangan ke Mabes Polri .

Baca Juga: Filantropi Militer: Menelusuri Jejak Kemanusiaan D.I. Pandjaitan di Tengah Dinamika Patriotisme Kontemporer

Menurut data Kementerian P2MI, Indonesia menerima Rp 253,3 triliun remitansi dari pekerja migran per tahun — terutama sektor terampil seperti kesehatan, manufaktur, pertanian, dan hospitality — serta ada 1,7 juta job order luar negeri, namun hanya sekitar 297.000 yang dipenuhi.

Artinya ada peluang bagi Sulteng untuk mengisi sisa lebih dari 1,4 juta lowongan.

Pemerintah juga menyediakan jalur beasiswa dan pelatihan bagi lulusan SMA/SMK/SLB, sekaligus memastikan tenaga kerja yang dikirim terdata, memiliki kontrak jelas, dan keterampilan memadai.

Baca Juga: Kampus Bhinneka Tangguh Unhan RI Diresmikan, Jadi Pilar Pendidikan Patriotik Masa Depan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X