PALU, METROSELEBES.COM – Di Gedung Gelora Bumi Kaktus (GBK) Palu, Selasa (10/6), Gubernur Sulteng Anwar Hafid bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mendeklarasikan perang terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), menyusul penandatanganan MoU anti-TPPO dengan lima kabupaten/kota.
Tema ini langsung ditautkan ke upaya melawan TPPO yang mengancam pekerja migran daerah .
Menteri Karding menegaskan bahwa sekitar 95–97 % korban kekerasan dan eksploitasi adalah mereka yang berangkat melalui jalur ilegal, seperti calo .
Untuk itu deklarasi ini juga mengusung target pemberangkatan 10.000 TKI resmi dari Sulteng, melalui peningkatan akses legal dan keterampilan.
Menteri Karding menekankan bahwa jalur non-prosedural membuat pekerja sulit dilindungi negara .
Langkah ini diperkuat oleh dukungan Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng, yang siap memberikan edukasi hukum dan regulasi untuk membendung praktik ilegal dan penempatan migran secara tidak resmi.
Di sisi keamanan, Kapolda menggalang sinergi bersama TNI, OPD, dan aparat desa dengan membentuk Satgas harian yang melaporkan setiap perkembangan ke Mabes Polri .
Menurut data Kementerian P2MI, Indonesia menerima Rp 253,3 triliun remitansi dari pekerja migran per tahun — terutama sektor terampil seperti kesehatan, manufaktur, pertanian, dan hospitality — serta ada 1,7 juta job order luar negeri, namun hanya sekitar 297.000 yang dipenuhi.
Artinya ada peluang bagi Sulteng untuk mengisi sisa lebih dari 1,4 juta lowongan.
Pemerintah juga menyediakan jalur beasiswa dan pelatihan bagi lulusan SMA/SMK/SLB, sekaligus memastikan tenaga kerja yang dikirim terdata, memiliki kontrak jelas, dan keterampilan memadai.
Baca Juga: Kampus Bhinneka Tangguh Unhan RI Diresmikan, Jadi Pilar Pendidikan Patriotik Masa Depan
Artikel Terkait
Taktik Baru ICE Dikecam: Target Penangkapan Harian Tiga Kali Lipat, Warga Tak Berdokumen Jadi Sasaran Acak
Mentan Amran Targetkan Swasembada Gula 2028-2030
Deklarasi Bersih dari Korupsi: Kemenkop Kawal 80.000 Kopdes Merah Putih dengan Integritas
Los Angeles Mencekam: Aksi Protes Imigrasi Meluas, Trump Kirim Marinir dan National Guard
Mimpi Gaji Tinggi Berujung Jerat: Waspada Penipuan Berkedok Kerja di Luar Negeri
Kampus Bhinneka Tangguh Unhan RI Diresmikan, Jadi Pilar Pendidikan Patriotik Masa Depan
Trump Umumkan Kesepakatan Dagang Baru: China Suplai Mineral Langka, AS Buka Pintu bagi Mahasiswa Tiongkok
Filantropi Militer: Menelusuri Jejak Kemanusiaan D.I. Pandjaitan di Tengah Dinamika Patriotisme Kontemporer
Dari London ke Washington: Ketidakpastian Dagang Bayangi Laporan Inflasi AS
Sterling Mendekati Puncak, Tapi Fiskal Inggris Di Ujung Tanduk?