ECB Kembali Pangkas Suku Bunga, Sinyal Perubahan Arah Kebijakan di Tengah Ketidakpastian Global

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 5 Juni 2025 | 20:41 WIB
Awan gelap terlihat di atas gedung Bank Sentral Eropa (ECB) sebelum pertemuan kebijakan moneter ECB di Frankfurt, Jerman, pada 6 Juni 2024. Source FOTO: REUTERS
Awan gelap terlihat di atas gedung Bank Sentral Eropa (ECB) sebelum pertemuan kebijakan moneter ECB di Frankfurt, Jerman, pada 6 Juni 2024. Source FOTO: REUTERS

Senada, Marchel Alexandrovich dari Saltmarsh Economics menyebutkan bahwa proyeksi terbaru ECB menunjukkan pertumbuhan PDB dan inflasi yang lebih lemah untuk 2025 dan 2026, sehingga membuka peluang pemangkasan lanjutan pada pertemuan 24 Juli mendatang. Namun ia menambahkan, “Segalanya bisa berubah tergantung dampak lanjutan dari tarif dagang AS pasca masa jeda 90 hari yang berakhir awal Juli.”

 

Ketegangan Global dan Perbedaan Jalur Kebijakan dengan The Fed. Natasha May dari J.P. Morgan Asset Management melihat pendekatan hati-hati ECB sebagai bentuk kewaspadaan terhadap risiko global. Ia mengkritik kurangnya panduan ke depan dari ECB sebagai respons terhadap ancaman disinflasi yang lebih besar. “Dengan tekanan inflasi mereda dan hambatan pertumbuhan meningkat, risiko ECB meleset dari target inflasi cukup besar,” katanya.

Baca Juga: Pengadilan Inggris Tolak Banding Taipan Rusia Ziyavudin Magomedov dalam Kasus Transneft

Di sisi lain, Hussain Mehdi dari HSBC Asset Management melihat posisi ECB lebih menguntungkan dibanding bank sentral AS (The Fed). “Sementara The Fed masih dibatasi oleh inflasi dan dampak tarif baru, ECB bisa mengambil langkah lebih proaktif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa aset Eropa – termasuk obligasi Jerman (Bunds) – kini menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari perlindungan dari risiko pasar.

 

Outlook: Menuju Kebijakan Netral yang Lebih Stabil. David Zahn dari Franklin Templeton menyimpulkan bahwa langkah pemangkasan ini menandai pergeseran menuju kebijakan yang lebih netral di tengah tekanan harga yang melandai dan pertumbuhan yang melemah. “Musim panas ini kemungkinan menjadi masa jeda bagi ECB, yang akan menggunakan waktu untuk menilai risiko eksternal dan daya tahan ekonomi domestik,” jelasnya.

Baca Juga: Produksi Suzuki Swift Terhenti Akibat Pembatasan Ekspor Rare Earth oleh China

Dengan langkah terbaru ini, ECB tampaknya bersiap menghadapi fase baru kebijakan moneter yang lebih seimbang. Namun, seperti disampaikan Presiden ECB Christine Lagarde dalam konferensi pers, arah selanjutnya akan tetap bergantung pada data dan dinamika geopolitik yang terus berkembang.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X