KYIV/BRUSSELS,METROSELEBES.COM-Pemerintah Ukraina secara terbuka mengecam keputusan Eropa yang mengalihkan miliaran euro kekayaan Rusia yang dibekukan kepada investor Barat, bukan untuk mendukung upaya pemulihan Ukraina. Langkah ini dinilai melemahkan posisi moral dan politik Eropa terhadap Moskow, serta menciptakan preseden berbahaya di tengah perang yang masih berlangsung.
Baca Juga: India-AS Genjot Finalisasi Kesepakatan Tarif Interim Jelang Batas Waktu Trump
Kritik ini mencuat setelah perusahaan kliring asal Belgia, Euroclear, memutuskan bulan lalu untuk menyalurkan 3 miliar euro (sekitar Rp55 triliun) dari dana investor Rusia kepada pihak Barat yang kehilangan asetnya di Rusia pasca penyitaan sepihak oleh Moskow. Langkah ini disahkan menyusul perubahan dalam rezim sanksi Uni Eropa tahun lalu yang membuka jalan bagi penggunaan dana tersebut.
Ukraina: “Ini Bukan Keadilan”. Iryna Mudra, Wakil Kepala Administrasi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dalam pernyataan publik pertamanya kepada Reuters, menegaskan bahwa langkah itu bertentangan dengan prinsip keadilan internasional.
Baca Juga: Pengadilan Inggris Tolak Banding Taipan Rusia Ziyavudin Magomedov dalam Kasus Transneft
“Jika investor pribadi dikompensasi sebelum korban perang, itu bukanlah keadilan. Ini menciptakan kesan bahwa Eropa mulai goyah dalam pendiriannya terhadap Rusia,” ujar Mudra, yang juga menangani urusan hukum di kantor kepresidenan.
Menurutnya, hukum internasional mengatur bahwa negara agresor wajib memberikan reparasi penuh kepada korban perang, bukan kepada investor yang secara sadar memasuki wilayah berisiko tinggi seperti Rusia.
Dana Beku Bisa Jadi Nafas Bagi Ukraina. Sejak awal invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, aset bank sentral Rusia senilai lebih dari 300 miliar dolar AS telah dibekukan oleh negara-negara Barat. Mayoritas dana ini disimpan di Euroclear, yang pada Maret lalu mengungkapkan bahwa mereka memegang sekitar 195 miliar euro, sebagian besar milik bank sentral Rusia dan sisanya dari investor Rusia.
Baca Juga: Produksi Suzuki Swift Terhenti Akibat Pembatasan Ekspor Rare Earth oleh China
Bagi Ukraina, dana ini menjadi peluang besar untuk membiayai pemulihan infrastruktur dan pertahanan negara. Namun, keputusan Euroclear untuk mulai membayar investor Barat dipandang sebagai kemunduran yang bisa melemahkan posisi Ukraina dalam upaya mengakses dana beku tersebut.
Artikel Terkait
Jelang Idul Adha, Satgas Madago Raya Intensif Sisir Jalur Pegunungan Poso
Logam Tanah Jarang: Pembatasan Ekspor China Lumpuhkan Industri Otomotif Global
Produksi Suzuki Swift Terhenti Akibat Pembatasan Ekspor Rare Earth oleh China
Revolusi Kepala Sekolah: Pemerintah Pastikan Kualitas dan Pemerataan Melalui Permendikdasmen 2025
Indonesia dan Prancis Teken Deklarasi Kolaborasi Pertanian Masa Depan
Pengadilan Inggris Tolak Banding Taipan Rusia Ziyavudin Magomedov dalam Kasus Transneft
10 Desa Tangguh Jadi Garda Terdepan Perlindungan Pekerja Migran
UMKM Bangkit, Rakyat Mandiri: Perintis Berdaya Jadi Motor Baru Pengentasan Kemiskinan
Panen Prestasi di Perbatasan: Indonesia Ekspor Jagung Perdana ke Malaysia dari Bengkayang
India-AS Genjot Finalisasi Kesepakatan Tarif Interim Jelang Batas Waktu Trump