India-AS Genjot Finalisasi Kesepakatan Tarif Interim Jelang Batas Waktu Trump

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Kamis, 5 Juni 2025 | 20:10 WIB
Presiden Donald Trump bersama Perdana Menteri India . Source FOTO: REUTERS
Presiden Donald Trump bersama Perdana Menteri India . Source FOTO: REUTERS

NEW DELHI,METROSELEBES.COM-Pemerintah India dan Amerika Serikat tengah menggelar pembicaraan tingkat tinggi pekan ini guna menuntaskan kesepakatan sementara terkait pemangkasan tarif di sejumlah sektor strategis, termasuk pertanian dan otomotif. Langkah ini dilakukan menjelang tenggat waktu 9 Juli yang ditetapkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump. Seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (05/06/2025).

Baca Juga: Pengadilan Inggris Tolak Banding Taipan Rusia Ziyavudin Magomedov dalam Kasus Transneft

Dua sumber dari pemerintahan India mengungkapkan bahwa delegasi AS yang dipimpin oleh pejabat senior dari Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) memulai pertemuan tertutup selama dua hari di New Delhi sejak Kamis. Delegasi India dalam pertemuan ini diketuai oleh Kepala Negosiator Perdagangan, Rajesh Agrawal.

 

“Dalam pertemuan kali ini, para negosiator membahas pemangkasan tarif di sektor pertanian dan otomotif, serta sejumlah insentif yang diajukan untuk perusahaan-perusahaan India,” ujar salah satu pejabat India yang enggan disebutkan namanya karena sensitifnya topik yang dibahas.

Baca Juga: Produksi Suzuki Swift Terhenti Akibat Pembatasan Ekspor Rare Earth oleh China

Menurut sumber lain, kesepakatan final kemungkinan akan diumumkan pada akhir bulan Juni, mendahului tenggat waktu yang telah ditetapkan Trump. Sebuah pernyataan resmi diperkirakan akan dirilis segera setelah rangkaian pertemuan usai, kemungkinan pada hari Minggu.

 

Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal, yang saat ini tengah berada di Italia, disebut-sebut akan segera kembali ke tanah air untuk menemui delegasi AS jika diperlukan.

 

Sementara itu, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan di Washington pada hari Senin bahwa negosiasi berjalan dengan baik dan kesepakatan bisa segera dicapai.

Baca Juga: Logam Tanah Jarang: Pembatasan Ekspor China Lumpuhkan Industri Otomotif Global

Kedua negara telah sepakat sejak Februari lalu untuk merumuskan kesepakatan dagang bertahap yang ditargetkan dapat mendongkrak nilai perdagangan bilateral hingga mencapai USD 500 miliar pada tahun 2030.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X