NEW DELHI,METROSELEBES.COM-Pemerintah India dan Amerika Serikat tengah menggelar pembicaraan tingkat tinggi pekan ini guna menuntaskan kesepakatan sementara terkait pemangkasan tarif di sejumlah sektor strategis, termasuk pertanian dan otomotif. Langkah ini dilakukan menjelang tenggat waktu 9 Juli yang ditetapkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump. Seperti dikutip dari Reuters pada Kamis (05/06/2025).
Baca Juga: Pengadilan Inggris Tolak Banding Taipan Rusia Ziyavudin Magomedov dalam Kasus Transneft
Dua sumber dari pemerintahan India mengungkapkan bahwa delegasi AS yang dipimpin oleh pejabat senior dari Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) memulai pertemuan tertutup selama dua hari di New Delhi sejak Kamis. Delegasi India dalam pertemuan ini diketuai oleh Kepala Negosiator Perdagangan, Rajesh Agrawal.
“Dalam pertemuan kali ini, para negosiator membahas pemangkasan tarif di sektor pertanian dan otomotif, serta sejumlah insentif yang diajukan untuk perusahaan-perusahaan India,” ujar salah satu pejabat India yang enggan disebutkan namanya karena sensitifnya topik yang dibahas.
Baca Juga: Produksi Suzuki Swift Terhenti Akibat Pembatasan Ekspor Rare Earth oleh China
Menurut sumber lain, kesepakatan final kemungkinan akan diumumkan pada akhir bulan Juni, mendahului tenggat waktu yang telah ditetapkan Trump. Sebuah pernyataan resmi diperkirakan akan dirilis segera setelah rangkaian pertemuan usai, kemungkinan pada hari Minggu.
Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal, yang saat ini tengah berada di Italia, disebut-sebut akan segera kembali ke tanah air untuk menemui delegasi AS jika diperlukan.
Sementara itu, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan di Washington pada hari Senin bahwa negosiasi berjalan dengan baik dan kesepakatan bisa segera dicapai.
Baca Juga: Logam Tanah Jarang: Pembatasan Ekspor China Lumpuhkan Industri Otomotif Global
Kedua negara telah sepakat sejak Februari lalu untuk merumuskan kesepakatan dagang bertahap yang ditargetkan dapat mendongkrak nilai perdagangan bilateral hingga mencapai USD 500 miliar pada tahun 2030.
Artikel Terkait
Living Plaza Palu Resmi Dibuka, Wali Kota Hadianto: Ini Tonggak Sejarah Baru
Jelang Idul Adha, Satgas Madago Raya Intensif Sisir Jalur Pegunungan Poso
Logam Tanah Jarang: Pembatasan Ekspor China Lumpuhkan Industri Otomotif Global
Produksi Suzuki Swift Terhenti Akibat Pembatasan Ekspor Rare Earth oleh China
Revolusi Kepala Sekolah: Pemerintah Pastikan Kualitas dan Pemerataan Melalui Permendikdasmen 2025
Indonesia dan Prancis Teken Deklarasi Kolaborasi Pertanian Masa Depan
Pengadilan Inggris Tolak Banding Taipan Rusia Ziyavudin Magomedov dalam Kasus Transneft
10 Desa Tangguh Jadi Garda Terdepan Perlindungan Pekerja Migran
UMKM Bangkit, Rakyat Mandiri: Perintis Berdaya Jadi Motor Baru Pengentasan Kemiskinan
Panen Prestasi di Perbatasan: Indonesia Ekspor Jagung Perdana ke Malaysia dari Bengkayang