Dolar Tertekan, Fokus ke Data Tenaga Kerja AS. Di pasar mata uang, dolar AS melemah ke level 98,58 terhadap sekeranjang mata uang dunia—terendah dalam enam minggu—seiring meningkatnya perhatian terhadap data ketenagakerjaan non-pertanian AS yang akan dirilis Jumat. Laporan tersebut diperkirakan akan memberikan gambaran terkini tentang kondisi ekonomi AS.
Baca Juga: Indonesia Mantapkan Langkah Strategis Menuju Keanggotaan OECD
Tingkat pengangguran yang naik bisa menjadi satu-satunya faktor yang dapat mendorong Federal Reserve untuk kembali mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter, meskipun harapan akan pemangkasan suku bunga bulan ini atau berikutnya sudah sangat menipis.
Sementara itu, euro sempat menyentuh puncak enam minggu sebelum terkoreksi sedikit ke level $1.1426, dan poundsterling turun tipis 0,09% ke $1.3532.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Batalkan Rencana Diskon Listrik Juni–Juli 2025, Diganti Dengan Bantuan Subsidi Upah
Di pasar obligasi, laporan tenaga kerja yang lemah akan memberi sedikit kelegaan, terutama pada yield obligasi AS tenor 30 tahun yang terus mendekati level 5%. Para investor kini menuntut imbal hasil lebih tinggi untuk mengimbangi peningkatan besar dalam pasokan utang. Pekan ini, Senat AS akan mulai membahas RUU perpajakan dan pengeluaran yang diperkirakan menambah $3,8 triliun ke utang nasional AS yang sudah mencapai $36,2 triliun.
"Data menunjukkan bahwa premi risiko jangka panjang sedang dinaikkan secara signifikan untuk mencerminkan risiko fiskal, perdagangan, kredit, dan geopolitik AS, serta sebagai lindung nilai terhadap potensi pelemahan dolar," kata Vishnu Varathan, kepala riset makro Asia ex-Jepang di Mizuho.
Di pasar mata uang Asia, dolar menguat 0,35% terhadap yen ke 143,20, membalikkan sebagian penurunan 0,9% dari sesi sebelumnya. Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, menyatakan pentingnya mengambil keputusan kebijakan tanpa prasangka, mengingat ketidakpastian kebijakan tarif global yang masih sangat tinggi.
Harga Minyak dan Emas Naik. Di pasar komoditas, harga minyak mentah naik karena kekhawatiran pasokan. Kontrak Brent naik 0,88% ke $65,20 per barel, sementara minyak mentah AS naik 1% menjadi $63,13 per barel. Emas spot juga melonjak ke level tertinggi dalam sebulan di $3.392,03 per ons.
Baca Juga: Dua Guru Besar Gugat UU Kesehatan: Soroti Pasal 308 Sebagai Instrumen Kepastian Hukum
Dengan ketidakpastian global yang tinggi dan ketegangan perdagangan yang terus membayangi, pasar tampaknya akan tetap bergejolak hingga adanya kepastian konkret dari para pemimpin dunia.
Artikel Terkait
Pemerintah Resmi Batalkan Rencana Diskon Listrik Juni–Juli 2025, Diganti Dengan Bantuan Subsidi Upah
Gaji Ke-13 Segera Cair di Juni Ini, Pemerintah Tambah Stimulus Ekonomi Rp24,44 Triliun
Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Hadiri Peringatan Hari Nasional Italia, Tampilkan Sejarah Demokrasi dan Budaya Negeri Pizza
Dua Guru Besar Gugat UU Kesehatan: Soroti Pasal 308 Sebagai Instrumen Kepastian Hukum
Pemerintah Gelontorkan Rp10,72 Triliun, Pekerja Bergaji Rendah dan Guru Honorer akan Dapatkan BSU, Simak Besarannya Tiap Bulan..!
Indonesia Mantapkan Langkah Strategis Menuju Keanggotaan OECD
Kolaborasi Strategis Kementerian Desa dan Ustadz Adi Hidayat Dorong Lahirnya Desa Tematik Mandiri
Menyemai Harapan di Bumi Buol: Kunjungan Edukatif yang Bangkitkan Semangat Generasi Muda
Desa Cerdas, Indonesia Berkembang: Festival Bangun Desa 2025 Dorong Aksi Nyata Masyarakat Lokal
Pemilu Presiden Korsel Digelar di Tengah Luka Pascamartial Law, Rakyat Siap Tentukan Arah Baru Bangsa