Tarik Ulur di Meja Hijau. Drama tarif mencapai ranah hukum ketika pengadilan perdagangan AS pada 28 Mei memblokir kebijakan Trump, menyatakan bahwa ia melampaui wewenangnya. Pemerintah langsung mengajukan banding, dan pada 29 Mei, pengadilan banding sementara memulihkan sebagian besar tarif sambil menunggu argumen dari kedua pihak.
Baca Juga: Taiwan Pastikan Utang AS Aman, Dolar AS Tetap Dominan Sebagai Mata Uang Cadangan Dunia
Janji Baru: Tarif Baja dan Aluminium 50%. Sebagai penutup bulan penuh gejolak ini, Trump pada 30 Mei di Pennsylvania menyatakan rencananya menaikkan tarif baja dan aluminium menjadi 50%, menggandakan beban dari tarif sebelumnya.
Baca Juga: Hakim AS Pertimbangkan Sanksi Lebih Ringan bagi Google dalam Kasus Monopoli Mesin Pencari
Dampak Luas dan Ketidakpastian Masa Depan. Dengan strategi tarif yang semakin tak terduga, dunia kini dihadapkan pada era baru proteksionisme yang mengguncang tatanan ekonomi global. Para pelaku pasar, diplomat, dan pelaku industri di seluruh dunia menunggu dengan cemas: apakah ini hanya langkah taktis menjelang pemilu, atau awal dari perubahan fundamental dalam kebijakan perdagangan Amerika Serikat?
Artikel Terkait
Hakim AS Pertimbangkan Sanksi Lebih Ringan bagi Google dalam Kasus Monopoli Mesin Pencari
India Klaim Taktik Baru Sukses Kalahkan Pakistan dalam Konflik Terbaru
Taiwan Pastikan Utang AS Aman, Dolar AS Tetap Dominan Sebagai Mata Uang Cadangan Dunia
Mampukah Pertemuan di Istanbul Hentikan Perang Ukraina-Rusia?
Flayer Undian BRImo Festival, Kepala BRI Palu : Itu Tidak Benar Alias Hoax
Kopdes Merah Putih Capai 75 Ribu: Bukti Nyata Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Ekonomi Desa
Panen Tetap Cuan di Musim Kemarau: Ini 7 Tanaman Tahan Kering yang Cocok untuk Petani Indonesia”
Dari Jalanan Hong Kong ke Pameran di Taipei: Perjuangan Fu Tong Tak Berakhir
Trump dan Xi Akan Berdialog di Tengah Ketegangan Perdagangan Mineral Kritis
Upaya Perdamaian Diblokir: Israel Gagalkan Kunjungan Menteri Arab ke Palestina