WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejak awal masa jabatannya kembali memicu gelombang ketidakpastian ekonomi global. Dalam lima bulan terakhir, Trump meluncurkan serangkaian keputusan mengejutkan yang tidak hanya menggetarkan pasar keuangan, tetapi juga mengancam stabilitas perdagangan internasional. Berikut ini rangkuman perkembangan dramatis dalam perang dagang yang terus bergulir. Seperti dikutip dari Reuters pada Senin (02/06/2025).
Baca Juga: Upaya Perdamaian Diblokir: Israel Gagalkan Kunjungan Menteri Arab ke Palestina
Tarif Awal dan Tuntutan Politik. Dimulai pada 1 Februari 2025, Trump memberlakukan tarif sebesar 25% pada sebagian besar barang impor dari Meksiko dan Kanada, serta 10% pada produk dari China. Langkah ini disebut sebagai tekanan terhadap negara-negara tersebut untuk mengendalikan aliran fentanil dan imigrasi ilegal ke Amerika Serikat. Meski ancaman terhadap Meksiko dan Kanada sempat ditangguhkan selama 30 hari pada 3 Februari demi konsesi di bidang perbatasan dan keamanan, China tidak mendapat keringanan serupa.
Baca Juga: Trump dan Xi Akan Berdialog di Tengah Ketegangan Perdagangan Mineral Kritis
Peningkatan dan Eskalasi Tarif. Tarif terus meningkat. Pada 10 Februari, Trump menaikkan bea masuk baja dan aluminium menjadi 25% tanpa pengecualian. Kemudian pada awal Maret, tarif terhadap barang dari Meksiko dan Kanada kembali diberlakukan, dan tarif terkait fentanil dari China meningkat dua kali lipat menjadi 20%. Kendati ada penundaan terhadap tarif kendaraan dari Kanada dan Meksiko pada 5 Maret, tarif menyeluruh terhadap mobil dan truk ringan dari luar negeri diumumkan pada 26 Maret sebesar 25%.
Tarif Global dan Kekacauan Pasar. Pada 2 April, Trump mengguncang dunia dengan kebijakan tarif global sebesar 10% untuk hampir semua impor, dengan tarif tambahan lebih tinggi terhadap negara-negara mitra dagang utama AS. Kebijakan ini menyebabkan kepanikan di pasar global, yang memicu hilangnya triliunan dolar kapitalisasi pasar. Dalam upaya meredakan tekanan, Trump menangguhkan sebagian besar tarif spesifik negara selama 90 hari pada 9 April, namun tetap mempertahankan tarif dasar 10%.
Baca Juga: Dari Jalanan Hong Kong ke Pameran di Taipei: Perjuangan Fu Tong Tak Berakhir
China, Teknologi, dan Film Asing Jadi Sasaran. Tarif terhadap China melonjak drastis hingga 145%, termasuk bea tambahan terkait fentanil. Meski demikian, AS memberikan pengecualian pada sejumlah barang elektronik seperti ponsel dan komputer yang banyak diimpor dari China. Tak hanya barang industri, sektor budaya juga terkena dampaknya: mulai 4 Mei, semua film asing dikenakan tarif 100%.
Kesepakatan dan Gencatan Senjata Sementara. Meski perang dagang terus membara, beberapa titik terang muncul. Pada 9 Mei, Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mencapai kesepakatan terbatas yang membuka akses pertanian dan menurunkan tarif mobil Inggris, walau bea 10% tetap dikenakan terhadap ekspor lainnya. Pada 12 Mei, AS dan China sepakat mengurangi tarif selama 90 hari sebagai bagian dari gencatan senjata dagang.
Baca Juga: Mampukah Pertemuan di Istanbul Hentikan Perang Ukraina-Rusia?
Tekanan Baru ke Eropa dan Apple. Trump kembali menggebrak pada 23 Mei, mengancam akan mengenakan tarif 50% terhadap barang dari Uni Eropa mulai 1 Juni. Apple pun ikut disorot, dengan ancaman tarif 25% jika iPhone masih diproduksi di luar negeri. Namun, pada 25 Mei, Trump melunak dan memberi waktu tambahan hingga 9 Juli untuk negosiasi dengan UE.
Artikel Terkait
Hakim AS Pertimbangkan Sanksi Lebih Ringan bagi Google dalam Kasus Monopoli Mesin Pencari
India Klaim Taktik Baru Sukses Kalahkan Pakistan dalam Konflik Terbaru
Taiwan Pastikan Utang AS Aman, Dolar AS Tetap Dominan Sebagai Mata Uang Cadangan Dunia
Mampukah Pertemuan di Istanbul Hentikan Perang Ukraina-Rusia?
Flayer Undian BRImo Festival, Kepala BRI Palu : Itu Tidak Benar Alias Hoax
Kopdes Merah Putih Capai 75 Ribu: Bukti Nyata Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Ekonomi Desa
Panen Tetap Cuan di Musim Kemarau: Ini 7 Tanaman Tahan Kering yang Cocok untuk Petani Indonesia”
Dari Jalanan Hong Kong ke Pameran di Taipei: Perjuangan Fu Tong Tak Berakhir
Trump dan Xi Akan Berdialog di Tengah Ketegangan Perdagangan Mineral Kritis
Upaya Perdamaian Diblokir: Israel Gagalkan Kunjungan Menteri Arab ke Palestina