Usulan Damai dari AS Ditolak Israel, Peluang Perdamaian Sirna?

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Selasa, 27 Mei 2025 | 03:53 WIB

Sebelumnya, pada 18 Maret, Israel mengakhiri gencatan senjata yang diberlakukan sejak Januari dan melanjutkan kampanye militernya di Gaza. Dua hari kemudian, Hamas dan faksi-faksi sekutunya membalas dengan meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel.

 

Hamas menyatakan kesediaannya untuk membebaskan semua sandera yang tersisa dari serangan 7 Oktober 2023 — yang menyebabkan 1.200 orang tewas dan 251 lainnya disandera menurut data Israel — asalkan Israel sepenuhnya menarik pasukannya dari Gaza dan menyepakati gencatan senjata permanen.

Baca Juga: 25 Hari Operasi Pekat Tinombala, Polda Sulteng Tangkap 78 Pelaku dan Ungkap 27 Kasus Premanisme

Namun, Netanyahu tetap pada pendiriannya bahwa Israel hanya akan menyetujui gencatan senjata sementara dengan syarat pembebasan sandera, dan menegaskan bahwa perang akan terus berlangsung hingga Hamas sepenuhnya dilumpuhkan.

Baca Juga: FKPT Sulteng dan Fakultas Hukum Untad Bahas Multikulturalisme dalam Perspektif HAM

Sejak konflik dimulai, serangan darat dan udara Israel telah menewaskan hampir 54.000 warga Palestina menurut otoritas kesehatan Gaza, dan menyebabkan kehancuran besar di wilayah tersebut. Organisasi bantuan internasional melaporkan bahwa tanda-tanda malnutrisi parah kini meluas di Jalur Gaza.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X