WASHINGTON,METROSELEBES.COM-Ketegangan dagang internasional kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 25% tidak hanya untuk Apple, tetapi juga untuk produsen smartphone lainnya seperti Samsung.
Baca Juga: Tak Ada Tempat Aman: Rusia Lancarkan Serangan Terkoordinasi ke Jantung Ukraina
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Oval Office, Trump menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perlindungan industri dalam negeri dan untuk mendorong kesepakatan dagang yang lebih adil bagi Amerika Serikat.
“Jika Apple dikenakan tarif, maka Samsung juga harus mendapat perlakuan yang sama,” ujar Trump, menekankan bahwa tidak akan ada pengecualian terhadap perusahaan asing, bahkan raksasa teknologi asal Korea Selatan seperti Samsung.
Baca Juga: Trump Ancam Naikkan Tarif Impor dan Cabut Izin Mahasiswa Internasional Harvard
Langkah ini mengindikasikan bahwa pemerintahan Trump berupaya menyasar seluruh pemain besar di industri teknologi global yang memasarkan produknya di Amerika Serikat. Analis memperkirakan, kebijakan ini dapat memicu reaksi keras dari negara mitra dagang dan memengaruhi harga smartphone di pasar global.
Lebih lanjut, Trump juga menyampaikan bahwa ia tidak keberatan mempertahankan tarif sebesar 50% terhadap Uni Eropa jika kesepakatan perdagangan yang diinginkan tidak tercapai. “Kita tidak bisa terus membiarkan negara lain mengambil keuntungan dari kita,” tegasnya.
Baca Juga: MU Terpuruk, Amorim Bungkam Soal Kepergian Fernandes dan Garnacho
Pernyataan tersebut sontak memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan industri, yang sebelumnya telah menghadapi ketidakpastian akibat kebijakan dagang yang fluktuatif.
Pengamat menilai, jika tarif ini benar-benar diterapkan, bukan hanya perusahaan seperti Apple dan Samsung yang terdampak, tetapi juga konsumen yang kemungkinan besar akan menanggung kenaikan harga produk.
Artikel Terkait
Tentang Insiden Tembakan Saat Pidato Donald Trump di Pennsylvania
Joe Biden Divonis Kanker Prostat, Donald Trump Sampaikan Simpati: Kami Sedih Mendengarnya