MANCHESTER,METROSELEBES.COM-Manajer Manchester United, Ruben Amorim, memilih bungkam saat ditanya soal masa depan dua bintang timnya, Bruno Fernandes dan Alejandro Garnacho, menjelang laga terakhir Premier League melawan Aston Villa pada Minggu (26/5). Pertandingan ini akan menjadi penutup dari salah satu musim terburuk dalam sejarah klub.
Baca Juga: Ancaman Tarif Baru Trump Guncang Wall Street, Indeks Saham Terpeleset
Setelah kekalahan menyakitkan 0-1 dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa pada Rabu lalu di Bilbao, situasi internal Setan Merah semakin memanas. Bruno Fernandes mengisyaratkan kemungkinan hengkang, dengan rumor yang beredar menyebut klub Arab Saudi, Al-Hilal, siap menggelontorkan dana hingga 100 juta poundsterling (sekitar Rp2,7 triliun) untuk memboyong kapten asal Portugal itu.
Baca Juga: Vietnam Blokir Telegram, Indonesia Menyusul?
Di sisi lain, Garnacho juga menunjukkan tanda-tanda ketidakpuasan. Dalam unggahan media sosial usai final, pemain muda asal Argentina itu menulis: “Sampai final, saya bermain di setiap babak membantu tim, dan hari ini saya hanya main 20 menit, saya tidak tahu. Final ini akan memengaruhi keputusan saya, tapi sepanjang musim ini dan situasi klub juga.”
Dalam konferensi pers perdananya sejak kekalahan tersebut, Amorim menolak membahas isu transfer Fernandes dan Garnacho. "Saya selalu berbicara dengan pemain saya, tapi sekarang fokus kami adalah laga terakhir," kata Amorim, yang baru mengambil alih posisi pelatih pada November lalu menggantikan Erik ten Hag.
Pelatih berusia 40 tahun itu menyatakan bahwa klub sudah menyiapkan dua skenario – dengan atau tanpa keikutsertaan di Liga Champions musim depan. Namun, kekalahan di final Liga Europa memastikan United tidak akan tampil di kompetisi Eropa musim depan.
Baca Juga: Krisis Kemanusiaan di Gaza Memburuk: Bantuan Terhambat, Enam Penjaga Tewas dalam Serangan Udara
"Sangat berat bagi kami kalah di final itu. Kami tampil lebih baik dan memiliki lebih banyak peluang, tapi hasil berkata lain," ujarnya. Amorim menyebut musim ini sebagai “sangat sulit” dan berharap tim bisa menutupnya dengan hasil positif.
Terkait keputusannya meninggalkan Sporting CP saat berada di puncak klasemen Liga Portugal demi melatih United, Amorim mengaku tak menyesal. “Saya justru bersyukur datang enam bulan lebih awal. Banyak kesalahan yang bisa dihindari untuk musim depan, banyak penderitaan yang tidak perlu kami alami lagi,” katanya.