WASHINGTON/MOSKOW/KYIV,METROSELEBES.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Rusia dan Ukraina akan segera memulai negosiasi untuk mencapai gencatan senjata, menyusul pembicaraannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin. Namun, Kremlin menyatakan bahwa kesepakatan damai akan membutuhkan waktu, sementara Trump belum siap bergabung dengan Eropa dalam menjatuhkan sanksi baru kepada Moskow.
Baca Juga: Trump Izinkan Kembali Pembangunan Pembangkit Angin Lepas Pantai Empire Wind
Dalam unggahan media sosialnya, Trump menyebut telah menyampaikan rencana tersebut kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy serta para pemimpin Uni Eropa, termasuk Prancis, Italia, Jerman, dan Finlandia, melalui panggilan grup setelah berdiskusi dengan Putin.
“Rusia dan Ukraina akan segera memulai negosiasi menuju Gencatan Senjata dan, yang lebih penting, AKHIR dari Perang,” tulis Trump. Di Gedung Putih, ia menambahkan bahwa “beberapa kemajuan sedang dicapai.”
Baca Juga: General Motors Hentikan Ekspor Mobil ke China, Ada Apa?
Namun, Eropa mengambil pendekatan yang lebih keras. Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa para pemimpin Eropa sepakat untuk meningkatkan tekanan pada Rusia melalui sanksi tambahan, usai mendengar pemaparan Trump mengenai isi pembicaraannya dengan Putin.
Sementara itu, Trump belum menunjukkan kesiapan untuk mengikuti langkah Eropa. Ketika ditanya alasan belum menjatuhkan sanksi baru seperti yang pernah ia ancam, Trump menjawab, “Karena saya pikir ada peluang untuk menyelesaikan sesuatu, dan jika kita menjatuhkan sanksi sekarang, itu bisa memperburuk keadaan.”
Ia juga mengungkapkan bahwa negosiasi melibatkan “beberapa ego besar,” dan memperingatkan bahwa ia dapat menarik diri dari proses ini jika tidak ada kemajuan nyata. “Ini bukan perang saya,” tegasnya.
Putin: Upaya Perdamaian ‘Di Jalur yang Benar’. Dari pihak Rusia, Presiden Putin menyampaikan bahwa pembicaraan dengan Trump menunjukkan bahwa upaya menuju perdamaian berada “di jalur yang benar.” Ia menyatakan kesiapan Moskow untuk bekerja sama dengan Ukraina dalam menyusun memorandum kesepahaman terkait perjanjian damai di masa depan.