“Kami sepakat dengan Presiden Amerika Serikat bahwa Rusia akan mengusulkan dan siap bekerja sama dengan pihak Ukraina dalam menyusun sebuah memorandum mengenai kemungkinan kesepakatan damai,” ujar Putin kepada wartawan di Sochi, dekat Laut Hitam.
Baca Juga: Joe Biden Divonis Kanker Prostat, Donald Trump Sampaikan Simpati: Kami Sedih Mendengarnya
Namun, Rusia menolak tuntutan gencatan senjata segera dari Eropa dan Ukraina. Trump diketahui tengah berupaya membujuk Putin untuk menyetujui jeda pertempuran selama 30 hari. Tapi Putin menegaskan bahwa sejumlah syarat harus dipenuhi terlebih dahulu.
Penasihat Kremlin Yuri Ushakov menyebut Trump dan Putin juga membahas pertukaran tahanan antara sembilan warga Rusia dan sembilan warga AS, meski tidak ada pembahasan soal tenggat waktu gencatan senjata.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa negosiasi antara Moskow dan Kyiv sangat kompleks dan belum ada target waktu untuk menyelesaikan memorandum gencatan senjata. “Setiap orang ingin ini selesai secepatnya, tapi detailnya sangat menentukan,” ujarnya.
Baca Juga: UAE Dapat Lampu Hijau dari AS untuk Beli Chip AI Canggih, Trump Ungkapkan Kesepakatan Besar
Kritik dari Eropa dan Ketegangan Negosiasi
Mantan Perdana Menteri Swedia Carl Bildt menyebut bahwa percakapan Trump dengan Putin adalah “kemenangan untuk Putin,” karena pemimpin Rusia itu berhasil menghindari tuntutan gencatan senjata segera dan tetap melanjutkan operasi militer sambil bermain di meja negosiasi.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengusulkan pertemuan tingkat tinggi antara Ukraina, Rusia, Amerika Serikat, negara-negara Uni Eropa, dan Inggris. Ia berharap pertemuan itu bisa segera digelar, dengan Turki, Vatikan, atau Swiss sebagai tuan rumah.
Baca Juga: Trump Cetak Sejarah di UEA: Umumkan Kesepakatan Raksasa 0 Miliar dan Aliansi AI
Trump mengatakan bahwa Paus Leo telah menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah pembicaraan di Vatikan, namun belum ada tanggapan dari pihak Vatikan.