Sumber yang mengetahui isi pembicaraan Trump dengan para pemimpin Eropa dan Ukraina menyebut bahwa beberapa peserta “terkejut” karena Trump tidak mendorong Putin dengan sanksi baru.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen hanya mengatakan bahwa diskusinya dengan Trump “berjalan baik” dan menegaskan pentingnya peran aktif AS dalam konflik ini.
Baca Juga: Gugatan atas Kebijakan Kewarganegaraan Trump Memasuki Sidang Mahkamah Agung
Pemerintah Ukraina dan para pendukungnya menuduh Rusia bernegosiasi secara tidak tulus, sekadar cukup untuk menghindari tekanan ekonomi tambahan dari Trump.
Sebelumnya, Trump mendorong pertemuan antara delegasi Rusia dan Ukraina di Istanbul — pertemuan langsung pertama sejak 2022 — tetapi pembicaraan itu gagal menghasilkan gencatan senjata.
Harapan akan kemajuan kembali meredup setelah Putin menolak tawaran Zelenskiy untuk bertemu langsung di Istanbul, dan Trump menyatakan bahwa pertemuan tatap muka antara dirinya dan Putin adalah syarat mutlak untuk kemajuan proses ini.
Baca Juga: Langkah Mengejutkan: Trump Temui Presiden Suriah, Isyaratkan Normalisasi Hubungan
Putin, yang pasukannya masih menguasai seperlima wilayah Ukraina, tetap bersikukuh pada syarat-syaratnya. Ia mengatakan bahwa memorandum yang akan dibahas bersama Ukraina harus mencakup prinsip-prinsip penyelesaian, waktu pelaksanaan kesepakatan, serta akar permasalahan konflik.
“Yang utama bagi kami adalah menghilangkan akar penyebab krisis ini,” kata Putin. “Kita hanya perlu menentukan cara paling efektif untuk menuju perdamaian.”